Kabar Budidaya - Cara Pembenihan Ikan Lele
Kabar Budidaya - Cara Pembenihan Ikan Lele, Dalam usaha budidaya ikan lele pada segmen pembenihan langkah yang paling utama adalah persiapan kolam, dimana kolam tersebut harus dapat menjadi suatu lingkungan hidup yang cukup baik bagi indukan maupun benih ikan lele.
Salah satu kegiatan persiapan kolam tersebut meliputi pengeringan kolam kurang lebih selama 3 sampai 5 hari dengan tujuan untuk membunuh bibit hama yang bisa menjadikan penyakit, selain pengeringan sekaligus dapat dilakukan pembersihan kolam serta perbaikan pematang kolam.
Jika hal tersebut sekiranya sudah terlaksana maka dapat dilakukan pangairan kolam dengan ketinggian mecapai kurang lebih 30 hingga 40 cm serta dapat dilakukan pemasangan kakaban yang sesuai dengan kebutuhan.
Berikut ini ada sejumlah persiapan serta langkah - langkah lain yang harus dilakukan supaya proses pembenihan ikan lele dapat berjalan dengan lancar serta mampu menghasilkan benih yang optimal dan berkualitas yang sesuai dengan keinginan.
Selain itu, tidak ada tanda tanda lain yang mungkin dapat menyebabkan terganggunya proses pembenihan yang memungkinkan akan mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas benih.
Peliharalah induk unggul tersebut pada kolam yang terpisah, bila perlu pada kolam yang lebih mewah, perlakukan secara istimewa dengan memberikan pakan yang bermutu dan pengairan kolam yang cukup bagus.
Seleksi induk untuk pembenihan ikan lele dapat dilakukan setiap 2 minggu sekali, lakukan secara berkala hingga benar benar mendapatkan calon indukan yang baik, ikan lele jantan dapat dijadikan induk setelah berumur 8 bulan, dan untuk ikan lele betina umurnya sudah mencapai 1 tahun, sedangkan untuk bobot setidaknya mencapai 0,5 kg.
Syarat lainnya induk harus matang gonad, namun pada dasarnya tingkat kematangan gonad setiap populasi berbeda-beda, sehingga untuk melihat tingkat kematangan gonad setiap induk tersebut dapat diketahui dari alat kelaminnya ataupun dari morfologi dari tubuh induk tersebut. Berikut ini adalah ciri-ciri dari induk betina yang sudah matang gonad.
Namun dari ke tiga metode tersebut, natural spawning ataupun pemijahan alamilah yang terbaik karena lebih alami tanpa memberikan bahan bahan kimia serta sangat cocok untuk benih ikan lele jika dibandingkan dengan metode cara pemijahan lainnya.
Mengapa demikian, karena pada umunya telur yang keluar hampir semuanya telah matang, sedangkan cara pemijahan buatan terdapat unsur paksaan yang memungkinkan telur muda pun juga ikut keluar. Dan telur muda ini umumnya tidak akan menetas dan akan menjamur yang dapat menular pada telur telur yang sehat lainnya.
Berikan cacing sutera 3x dalam sehari sekenyang kenyangnya, kolam juga harus di perhatikan, lakukan pembersihan kolam dengan penyiponan setiap pagi hari serta diikuti dengan pergantian air maksimal 25 persen dari volume kolam. Sebelum didederkan pada fase berikutnya, benih ikan lele sebaiknya dilatih dengan pemberian pakan berupa pelet.
A. Penyortiran Tahap I
Penyortiran ikan lele tahap I dapat dilakukan pada saat larva masih berumur 20 hingga 30 hari. lakukan sortasi grading untuk memisahkan antara ikan lele yang berukuran besar dan kecil. Berikut ini ada sejumlah persiapan yang mungkin bisa dilakukan diantaranya yakni :
1. Menyiapkan Kolam Pendederan
Kolam pendederan untuk segmen usaha pembenihan ikan lele dapat berupa kolam tanah, kolam beton, kolam terpal dan lain lain, ada baiknya kolam pendederan tidak terlalu luas supaya mudah untuk dikontrol sekiranya hanya berukuran 2x3, 3x4 m dengan kedalaman hanya mencapai 0,75 hingga 1 m, dapat juga dipasangi peneduh untuk menghindari kematian berlebih benih ikan lele karena terik sinar matahari.
Perhatikan pula saluran pintu keluar masuknya air, gunakan jaring jaring yang halus supaya benih ikan lele tidak mudah keluar, selain itu, untuk mencegah hama seperti ular masuk pada kolam. Pengisian air kolam Pembenihan Ikan Lele dilakukan secara bertahap, pada tahap awal misalkan kolam di isi dengan air hanya mencapai kedalam 20 hingga 30 cm, karena mengingat benih ikan lele yang masih berukuran sangat kecil.
Jika pengisian air terlalu dalam kemungkinan besar benih ikan lele akan merasa kesulitan berenang ke permukaan untuk mengambil oksigen secara langsung di udara, apabila benih sudah mulai membesar air kolam dapat ditambahkan lagi, begitu pula seterusnya.
2. Pelepasan Benih
Benih ikan lele yang sudah dapat dipindahkan pada kolam pendederan berumur 3 minggu dihitung sejak penetasan ditempat pemijahan, benih ikan lele yang ukurannya masih kecil sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan yang begitu ekstrim, sehingga perlu dilakukan secara hati hati dalam pemindahan benih ikan lele.
salah satu cara yang dapat dilakukan dalam pelepasan benih ikan lele yakni dengan menggunakan wadah ataupun ember plastik yang di isi dengan air kolam, masukkan benih ikan lele dalam wadah tersebut, kemudian dapat ditungkan ke dalam kolam pendederan secara perlahan ataupun biarkan benih ikan lele keluar dari wadah tersebut dengan sendirinya.
3. Pemberian Pakan Pembenihan Ikan Lele.
Pada saat benih ikan lele masih berukuran antara 1 sampai 2 cm dapat di berikan tepung pelut karena memiliki kandungan protein lebih dari 40%, selain itu, ukuran tersebut memang sangat membutuhkan banyak protein untuk menggenjot laju pertumbuhan benih ikan lele.
Pakan yang diberikan dapat berupa pelet jenis psc ataupun udang do-a, pemberian pakan ini harus dilakukan secara hati hati, apabila dilakukan secara tidak teliti maka akan terjadi penumpukan pakan pada dasar kolam yang berlebih.
Apabila ukuran benih ikan lele sudah mencapai ukuran 2 hingga 3 cm dapat diberikan pakan berupa pf1000 atau f999 ataupun dapat diberikan berupa pelet butiran kecil, pakan jenis ini dapat diberikan hingga ukuran benih ikan mecapai 4-6 cm.
Namun pada prinsipnya, ukuran pakan ikan lele dapat disesuaikan dengan ukuran bukaan mulutnya, frekuensi pemberian pakan ini dapat dilakukan 4 sampai 5 x dalam sehari, untuk waktunya bisa pada pagi, siang, sore dan malam hari. Ada baiknya pada waktu malam hari porsi pakan yang diberikan lebih besar, karena ikan lele merupakan jenis ikan yang aktif di malam hari.
B. Penyortiran Tahap II
Setelah 10 hingga 15 hari kemudian dapat dilakukan sortasi lagi, pada penyortiran tahap II ini biasa masih dapat ditemui ikan lele yang berukuran 2 sampai 4 cm, walaupun jumlahnya hanya sedikit, untuk ukuran ikan lele tersebut dapat dimasukan kembali dalam kolam. Sementara, ukuran benih ikan lele yang banyak dijumpai pada penyortiran tahap II ini umumnya berukuran 5-7cm, sehingga ukuran tersebut sudah dapat dijual ataupun dipindahkan pada kolam bagian Pembesaran Ikan Lele.
Kemudian gunakan jaring jaring yang halus untuk menganbil benih benih ikan tersebut, lakukan dengan hati hati, karena benih ikan lele bisa terbilang masih sangat rentan apabila terkena gesekan yang dapat melukai permukaan tubuhnya. Masukkan benih ikan lele pada wadah yang telah diisi dengan air kolam yang sama, hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya stres pada benih ikan lele.
Jika tertarik untuk melanjutkan bisnis usaha budidaya ikan lele pada segmen pembesaran baca Panduan Cara Pembesaran Ikan Lele. Demikian ulasan info dari Kabar Budidaya mengenai Cara Pembenihan Ikan Lele
Salah satu kegiatan persiapan kolam tersebut meliputi pengeringan kolam kurang lebih selama 3 sampai 5 hari dengan tujuan untuk membunuh bibit hama yang bisa menjadikan penyakit, selain pengeringan sekaligus dapat dilakukan pembersihan kolam serta perbaikan pematang kolam.
Jika hal tersebut sekiranya sudah terlaksana maka dapat dilakukan pangairan kolam dengan ketinggian mecapai kurang lebih 30 hingga 40 cm serta dapat dilakukan pemasangan kakaban yang sesuai dengan kebutuhan.
Cara Pembenihan Ikan Lele
![]() |
| Pembenihan Ikan Lele |
1. Seleksi Induk Ikan Lele
Kesuksesan dalam segmen usaha pembenihan ikan lele dapat ditentukan dari pemilihan induk karena sangat menentukan keberhasilan dalam pemijahan ikan lele, pilihlah Jenis Ikan Lele Unggul untuk digunakan sebagai induk dan harus dalam keadaan sehat serta tidak cacat.Selain itu, tidak ada tanda tanda lain yang mungkin dapat menyebabkan terganggunya proses pembenihan yang memungkinkan akan mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas benih.
Peliharalah induk unggul tersebut pada kolam yang terpisah, bila perlu pada kolam yang lebih mewah, perlakukan secara istimewa dengan memberikan pakan yang bermutu dan pengairan kolam yang cukup bagus.
Seleksi induk untuk pembenihan ikan lele dapat dilakukan setiap 2 minggu sekali, lakukan secara berkala hingga benar benar mendapatkan calon indukan yang baik, ikan lele jantan dapat dijadikan induk setelah berumur 8 bulan, dan untuk ikan lele betina umurnya sudah mencapai 1 tahun, sedangkan untuk bobot setidaknya mencapai 0,5 kg.
Syarat lainnya induk harus matang gonad, namun pada dasarnya tingkat kematangan gonad setiap populasi berbeda-beda, sehingga untuk melihat tingkat kematangan gonad setiap induk tersebut dapat diketahui dari alat kelaminnya ataupun dari morfologi dari tubuh induk tersebut. Berikut ini adalah ciri-ciri dari induk betina yang sudah matang gonad.
- Memiliki kepala yang lebih besar
- Warna kulit pada bagian dada lebih cerah
- Kelamin berwarna kemerahan dan lubangnya agak lebar
- Pada bagian perut hingga anus membesar dan terasa lembek saat diraba.
- Bila perut distripping secara manual akan mengeluarkan cairan berupa telur berwarna kekuningan
- Gerakannya lambat.
- Kelamin menonjol ke arah belakan dan berwarna kemerahan
- Gerakannya lincah
- Perutnya langsing dan lebih kenyal
- Bila perut distripping secara manual akan mengeluarkan cairan putih berupa sperma
- Kulitnya lebih halus
- akan muncul bintik kecil pada area sirip dorsal.
2. Teknik Pemijahan Ikan Lele
Seperti yang sudah saya singgung sedikit pada artikel sebelumnya yaitu Panduan Lengkap Cara Usaha Budidaya Ikan Lele bahwasannya Cara Pemijahan Ikan Lele terdapat beberapa metode yakni pemijahan secara alami, semi alami dan buatan.Namun dari ke tiga metode tersebut, natural spawning ataupun pemijahan alamilah yang terbaik karena lebih alami tanpa memberikan bahan bahan kimia serta sangat cocok untuk benih ikan lele jika dibandingkan dengan metode cara pemijahan lainnya.
Mengapa demikian, karena pada umunya telur yang keluar hampir semuanya telah matang, sedangkan cara pemijahan buatan terdapat unsur paksaan yang memungkinkan telur muda pun juga ikut keluar. Dan telur muda ini umumnya tidak akan menetas dan akan menjamur yang dapat menular pada telur telur yang sehat lainnya.
3. Penetasan Telur
Jika Indukan sudah memijah, pindahkan kakaban ke beberapa kolam khusus penetasan, pada proses penetasan telur ini dapat menggunakan kolam plastik ataupun kolam beton dll dengan ketinggian air hanya mencapai 10 hingga 15 cm, namun dapat dipastikan kakaban harus terendam dengan sempurna. Langkah Langkah Inkubasi telur ini dapat diperhatikan dari beberapa hal sebagai berikut.- Air kolam sudah diaerasi sehari sebelumnya.
- Suhu inkubasi telur optimum pada kisaran 28 derajat C.
- Telur yang tidak menetas sebaiknya dibuang.
- Lakukan pergantian air jika sudah berwarna putih susu atupun keruh sebanyak 25-40%.
- Jika seluruh telur sudah menetas kakaban diangkat, biasanya memakan waktu sekitar 2 sampai 3 hari setelah pembuahan.
- Cuci bersih kakaban tersebut kemudian dapat dijemur untuk digunakan pada proses pemijahan berikutnya.
4. Pemeliharaan Larva
Dalam 2 sampai 3 hari setelah telur menetas dapat diberikan pakan berupa cacing sutra Tubifex SP. pada larva lele, pemberiannya dapat dilakukan selama 10 hingga 20 hari, sebelum diberikan pada larva lele ada baiknya cacing sutera dicuci hingga bersih telebih dahulu.Berikan cacing sutera 3x dalam sehari sekenyang kenyangnya, kolam juga harus di perhatikan, lakukan pembersihan kolam dengan penyiponan setiap pagi hari serta diikuti dengan pergantian air maksimal 25 persen dari volume kolam. Sebelum didederkan pada fase berikutnya, benih ikan lele sebaiknya dilatih dengan pemberian pakan berupa pelet.
5. Penyortiran Benih Ikan Lele
Penyortiran dapat dilakukan dengan menggunakan baskom sortir berdiameter ukuran lubang 3-4, 3-5 dan 4-6 cm, pada saat penyortiran, baskom sortir yang berukuran paling kecil berada diposisi paling bawah, di tengan yang sedang dan di atas baskom sortir yang paling besar. Penyortiran dapat dilakukan tepat diatas kolam, selain itu, jangan lupa juga untuk meletakan pembatas dapat berupa batu bata maupun kayu di antara baskom sortir tersebut.A. Penyortiran Tahap I
Penyortiran ikan lele tahap I dapat dilakukan pada saat larva masih berumur 20 hingga 30 hari. lakukan sortasi grading untuk memisahkan antara ikan lele yang berukuran besar dan kecil. Berikut ini ada sejumlah persiapan yang mungkin bisa dilakukan diantaranya yakni :
1. Menyiapkan Kolam Pendederan
Kolam pendederan untuk segmen usaha pembenihan ikan lele dapat berupa kolam tanah, kolam beton, kolam terpal dan lain lain, ada baiknya kolam pendederan tidak terlalu luas supaya mudah untuk dikontrol sekiranya hanya berukuran 2x3, 3x4 m dengan kedalaman hanya mencapai 0,75 hingga 1 m, dapat juga dipasangi peneduh untuk menghindari kematian berlebih benih ikan lele karena terik sinar matahari.
Perhatikan pula saluran pintu keluar masuknya air, gunakan jaring jaring yang halus supaya benih ikan lele tidak mudah keluar, selain itu, untuk mencegah hama seperti ular masuk pada kolam. Pengisian air kolam Pembenihan Ikan Lele dilakukan secara bertahap, pada tahap awal misalkan kolam di isi dengan air hanya mencapai kedalam 20 hingga 30 cm, karena mengingat benih ikan lele yang masih berukuran sangat kecil.
Jika pengisian air terlalu dalam kemungkinan besar benih ikan lele akan merasa kesulitan berenang ke permukaan untuk mengambil oksigen secara langsung di udara, apabila benih sudah mulai membesar air kolam dapat ditambahkan lagi, begitu pula seterusnya.
Benih ikan lele yang sudah dapat dipindahkan pada kolam pendederan berumur 3 minggu dihitung sejak penetasan ditempat pemijahan, benih ikan lele yang ukurannya masih kecil sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan yang begitu ekstrim, sehingga perlu dilakukan secara hati hati dalam pemindahan benih ikan lele.
salah satu cara yang dapat dilakukan dalam pelepasan benih ikan lele yakni dengan menggunakan wadah ataupun ember plastik yang di isi dengan air kolam, masukkan benih ikan lele dalam wadah tersebut, kemudian dapat ditungkan ke dalam kolam pendederan secara perlahan ataupun biarkan benih ikan lele keluar dari wadah tersebut dengan sendirinya.
3. Pemberian Pakan Pembenihan Ikan Lele.
Pada saat benih ikan lele masih berukuran antara 1 sampai 2 cm dapat di berikan tepung pelut karena memiliki kandungan protein lebih dari 40%, selain itu, ukuran tersebut memang sangat membutuhkan banyak protein untuk menggenjot laju pertumbuhan benih ikan lele.
Pakan yang diberikan dapat berupa pelet jenis psc ataupun udang do-a, pemberian pakan ini harus dilakukan secara hati hati, apabila dilakukan secara tidak teliti maka akan terjadi penumpukan pakan pada dasar kolam yang berlebih.
Apabila ukuran benih ikan lele sudah mencapai ukuran 2 hingga 3 cm dapat diberikan pakan berupa pf1000 atau f999 ataupun dapat diberikan berupa pelet butiran kecil, pakan jenis ini dapat diberikan hingga ukuran benih ikan mecapai 4-6 cm.
Namun pada prinsipnya, ukuran pakan ikan lele dapat disesuaikan dengan ukuran bukaan mulutnya, frekuensi pemberian pakan ini dapat dilakukan 4 sampai 5 x dalam sehari, untuk waktunya bisa pada pagi, siang, sore dan malam hari. Ada baiknya pada waktu malam hari porsi pakan yang diberikan lebih besar, karena ikan lele merupakan jenis ikan yang aktif di malam hari.
Setelah 10 hingga 15 hari kemudian dapat dilakukan sortasi lagi, pada penyortiran tahap II ini biasa masih dapat ditemui ikan lele yang berukuran 2 sampai 4 cm, walaupun jumlahnya hanya sedikit, untuk ukuran ikan lele tersebut dapat dimasukan kembali dalam kolam. Sementara, ukuran benih ikan lele yang banyak dijumpai pada penyortiran tahap II ini umumnya berukuran 5-7cm, sehingga ukuran tersebut sudah dapat dijual ataupun dipindahkan pada kolam bagian Pembesaran Ikan Lele.
6. Panen Pembenihan Ikan Lele
Ukuran benih ikan lele yang sudah siap panen berkisar antara 5-7 cm, cara pemanenan dalam pembenihan ikan lele dapat dilakukan dengan pengeringan air kolam terlebih dahulu secara perlahan hingga benih benih ikan berkumpul dalam satu titik.Kemudian gunakan jaring jaring yang halus untuk menganbil benih benih ikan tersebut, lakukan dengan hati hati, karena benih ikan lele bisa terbilang masih sangat rentan apabila terkena gesekan yang dapat melukai permukaan tubuhnya. Masukkan benih ikan lele pada wadah yang telah diisi dengan air kolam yang sama, hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya stres pada benih ikan lele.
Jika tertarik untuk melanjutkan bisnis usaha budidaya ikan lele pada segmen pembesaran baca Panduan Cara Pembesaran Ikan Lele. Demikian ulasan info dari Kabar Budidaya mengenai Cara Pembenihan Ikan Lele

Post a Comment for "Kabar Budidaya - Cara Pembenihan Ikan Lele"