3 Tips Sukses Bisnis Usaha Budidaya Pembesaran Ikan Lele
Oleh karena itu, tak mengherankan apabila tenda tenda warung makan kian menjamur disetiap beberapa daerah kota-kota besar. Dan hebatnya lagi, dari waktu ke waktu konsumennya pun terus meningkat, sehingga seberapa banyak ikan lele yang akan di produksi pasti akan habis terserap pasar.
Dengan begitu, saya beranggapan bahwa bisnis ikan lele merupakan salah satu bisnis tanpa mengenal kata mati untuk beberapa tahun kedepan. Lantas kenapa harus bisnis usaha budidaya pembesaran ikan lele ? bisakah diberikan alasannya kenapa pembesaran ikan lele ?
Sebenarnya, semua segmen yang ada dalam bisnis Usaha Budidaya Ikan Lele sama sama saling menguntungkan, baik dari Segmen Pembenihan maupun segmen pendederan sampai segmen pembesaran ikan lele, semua segmen tersebut dapat menghasilkan rupiah dan bisa dikatakan nominalnya cukup besar.
Namun, pada segmen pembesaran ikan lele ada beberapa alasan yang wajib untuk diketahui, berikut ini alasannya mengapa pembesaran ikan lele :
1. Permintaan Pasar Tiada Henti
Kebutuhan terhadap ketersediaan ikan lele cenderung terus meningkat, sehingga tak mengherankan jika banyak orang yang berbondong-bondong mulai memelihara ikan lele, ditambah lagi bertambahnya para pelaku bisnis kuliner yang menyajikan pecel lele sebagai menu utama.
Oleh sebab itulah permintaan pasar terhadap ketersediaan ikan lele terus meningkat, bahkan untuk daerah Jabodetabek saja kebutuhan terhadap ketersediaan ikan lele konsumsi lebih dari 100 ton perharinya, belum lagi untuk daerah lain.
2. Modal Minim
Sebagai gambaran, pada segmen pembesaran ikan lele untuk memelihara benih sebanyak 3000 ekor, hanya membutuhkan biaya investasi kurang lebih sekitar Rp. 3,5 hingga 4 Juta dengan kolam seluas 15 m persegi. Dari jumlah tersebut, para peternak budidaya ikan lele dapat memanen kurang lebih sekitar 2,7 kwintal ikan lele konsumsi dengan ukuran 6 sampai 8 ekor per kg.
3. Panen Cepat
Para peternak budidaya ikan lele bisa merasakan hasil dari bisnis usahanya lebih singkat, hanya membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 2 bulan pembesaran ikan lele sudah dapat dipanen, dengan syarat benih yang ditebar setidaknya berukuran 7 sampai 9 cm.
4. Lahan Semputpun Bisa
Jika lahan yang dimiliki terbatas maka usaha budidaya ikan lele lah solusinya, hal tersebut karena pembesaran ikan lele dapat dilakukan pada berbagai wadah ataupun kolam, namun ada baiknya lagi jika pembesaran ikan lele diterapkan pada kolam terpal, dengan kolam seluas 15 m persegi dapat memelihara ikan lele kurang lebih sekitar 3000 ekor.
![]() |
| 3 Tips Sukses Bisnis Usaha Budidaya Pembesaran Ikan Lele |
Tips Sukses Bisnis Usaha Budidaya Pembesaran Ikan Lele
Apalagi jika tidak dibarengi dengan pengetahuan dasar, karena niat yang besar saja pun tidak akan cukup untuk dapat mencapai kata sukses dalam bisnis usaha budidaya ikan lele.
Lalu bagaimana caranya agar bisa sukses dalam bisnis usaha budidaya pada segmen pembesaran ikan lele ?
Sebenarnya ada banyak hal yang dapat mempengaruhi suatu keberhasilan dalam bisnis usaha budidaya pada segmen pembesaran ikan lele, namun banyaknya hal tersebut hanya terdapat 3 kunci utama agar dapat meraih kata sukses dalam pembesaran ikan lele di antaranya adalah penebaran benih yang sehat, kualitas airnya terjamin serta pemberian pakan yang tepat.
3 Kunci Utama Sukses Pembesaran Ikan Lele
Berikut akan dijelaskan satu per satu oleh Kabar Budidaya mengenai 3 tips sukses bisnis usaha Budidaya Pembesaran Ikan Lele, kunci sukses yang pertama yaitu :
1. Standar Tebar Benih Berkualitas
Umumnya, saat ini sudah banyak sekali Jenis Ikan Lele Unggul yang beredar di tanah air, berawal dari varian ikan lele dumbo, kemudian ikan lele sangkuriang, lalu ikan lele phyton, masamo, paiton, hingga kembali muncul varian terbaru saat ini yakni ikan lele sangkuriang 2 dan mutiara.
Semua jenis ikan lele tersebut dapat dipilih, namun dengan catatan asal muasal benih ikan lele berasal dari sumbernya ataupun dari pembenih yang memang sudah ahli serta cukup berpengalaman dan terpercaya.
Karena, saat ini tidak sedikit oknum yang telah menjual induk serta benih ikan lele dengan sembarang sebut, padahal, para oknum-oknum tersebut sebenarnya tidak mengetahui secara pasti apa jenis ikan lele yang ia pelihara yang kemudian dijualnya.
Bisa saja induk yang ia gunakan berasal dari ikan sisa pembesaran, dengan begitu, hal tersebut yang dapat membuat kualitas benih menjadi menurun pada generasi generasi berikutnya, oleh sebab itu, jika ingin membeli benih, belilah benih yang berasal dari instansi pemerintahan misalkan seperti BBPBAT Sukabumi ataupun BBI di Cijengkol, Subang. Berikut ini ciri ciri benih yang berkualitas :
- Ikan lele tidak cacat, tidak ada tanda tanda terserang hama serta penyakit, dan tidak ada luka.
- Ukuran ikan lele seragam serta seumuran
- Gerakannya gesit dan lincah
- Memiliki warna yang cerah
- Daya tahan tubuh lele lebih tinggi, terutama pada waktu transportasi dan penebaran.
- Terlihat normal dan pada saat berenang tidak menggantung.
2. Perhatikan Kualitas Air
Pada dasarnya, tak sedikit sebagian orang menyatakan bahwa ikan lele mampu hidup diperairan apa saja, bahkan diperairan yang jelek sekalipun, namun, untuk menggenjot produktivitas ikan lele agar lebih optimal sangat diperlukan manajemen kualitas air yang lebih baik.
Karena air merupakan suatu media hidup ikan lele yang perlu dijaga, baik dari kualitas serta kuantitasnya, sehingga jika sudah terpenuhi maka kelangsungan hidup ikan lele pun akan lebih tinggi, kualitas air tersebut diantaranya adalah suhu, oksigen, alkalinitas serta derajat keasaman ataupun pH.
Suhu air berkaitan sangat erat dengan konsentrasi oksigen terlarut dan laju konsumsi pakan, ikan lele yang dipelihara pada suhu dengan kisaran 25 derajat C, serta diberikan pakan 2x dalam sehari akan mempunyai laju konsumsi pakan yang lebih tinggi, selain itu pertumbuhannya juga akan lebih cepat.
Alkalinitas menunjukan total konsentrasi basa dalam air, jika air sehat serta produktif maka kandungan total alkalinitas nya mencapai sekitar 40 mg/l, parameter lainnya yakni nilai pH karena dapat mengontrol laju metabolisme yang mampu mengendalikan aktivitas enzim, pH yang bagus untuk pertumbuhan ikan lele adalah berkisar antara 6,5 sampai 8,5.
Sumber air yang biasanya digunakan untuk memelihara ikan lele adalah air sungai, air irigasi, air tanah ataupun air sumur, selain itu, sumber air tersebut juga harus terhindar dari yang namanya pencemaran lingkungan serta limbah rumah tangga misalkan seperti mengandung zat zat sabun ataupun detergen.
Karena air merupakan suatu media hidup ikan lele yang perlu dijaga, baik dari kualitas serta kuantitasnya, sehingga jika sudah terpenuhi maka kelangsungan hidup ikan lele pun akan lebih tinggi, kualitas air tersebut diantaranya adalah suhu, oksigen, alkalinitas serta derajat keasaman ataupun pH.
Suhu air berkaitan sangat erat dengan konsentrasi oksigen terlarut dan laju konsumsi pakan, ikan lele yang dipelihara pada suhu dengan kisaran 25 derajat C, serta diberikan pakan 2x dalam sehari akan mempunyai laju konsumsi pakan yang lebih tinggi, selain itu pertumbuhannya juga akan lebih cepat.
Alkalinitas menunjukan total konsentrasi basa dalam air, jika air sehat serta produktif maka kandungan total alkalinitas nya mencapai sekitar 40 mg/l, parameter lainnya yakni nilai pH karena dapat mengontrol laju metabolisme yang mampu mengendalikan aktivitas enzim, pH yang bagus untuk pertumbuhan ikan lele adalah berkisar antara 6,5 sampai 8,5.
Sumber air yang biasanya digunakan untuk memelihara ikan lele adalah air sungai, air irigasi, air tanah ataupun air sumur, selain itu, sumber air tersebut juga harus terhindar dari yang namanya pencemaran lingkungan serta limbah rumah tangga misalkan seperti mengandung zat zat sabun ataupun detergen.
Kualitas air sangat dipengaruhi oleh konsentrasi zat zat terlarut yang berasal dari faktor internal maupun eksternal, makanan yang dikonsumsi oleh ikan lele akan diserap oleh tubuh, sisanya akan dibuang sebagai fases, pakan yang diserap ikan lele tersebut akan menjadi daging, sebagiannya lagi akan dipakai untuk proses metabolisme, makanan yang tidak termakan akan terakumulasi pada dasar perairan atau dasar kolam, sehingga akan berubah menjadi limbah yang banyak mengandung amonia, dan jika jumlahnya terlalu banyak maka perlu melakukan penyedotan untuk membuang limbah limbah tersebut.
Untuk sumber air yang berasal dari sumur ataupun sungai, ada baiknya jika air tersebut ditampung terlebih dahulu, karena biasanya banyak mengandung kotoran dan unsur besi, sehingga para peternak budidaya ikan lele perlu membuat bak penampungan khusus untuk mengendapkan zat organik yang tidak dibutuhkan dalam segmen pembesaran ikan lele.
penampungan air dapat dilakukan minimal 2 sampai 3 hari sebelum akan dialirkan pada kolam pemeliharaan pembesaran ikan lele, selain itu tujuan dari penampungan tersebut adalah untuk meningkatkan kandungan oksigen pada air.
3. Berikan Pakan Berkualitas
Selain mejaga kualitas air, sumber kehidupan bagi ikan lele adalah pakan, tanpa pakan ikan lele tidak akan mampu hidup apalagi tumbuh berkembang, pakan akan digunakan ikan lele sebagai sumber energi serta dapat memperbaiki sel sel tubuh yang rusak.
Pakan yang berkualitas adalah pakan yang mampu memenuhi kebutuhan ikan lele, dalam arti, pakan yang diberikan harus terdapat kandungan nutrisi yang sesuai, sehingga akan mampu menghasilkan ikan lele yang sehat, berkualitas dan seragam.
Bahan baku untuk Membuat Pakan Ikan Lele yang baik diantaranya adalah tepung ikan, tepung kedelai, tepung jagung, minyak ikan dan dedak, selain itu, pakan juga harus terdapat suplemen seperti vitamin mix, dengan begitu pakan yang diberikan terdapat kandungan gizi yang lebih komplit.
Jika ingin memberikan pakan berupa pelet, pada dasarnya ada 2 macam jenis pelet yaitu pelet terapung dan pelet tenggelam, namun untuk memudahkan dalam pengontrolan ada baiknya jika ikan lele diberikan pakan pelet terapung, sehingga akan memudahkan melakukan pemantauan untuk mengetahui pakan yang tidak termakan oleh ikan lele.
Kriteria kualitas pakan ataupun pelet yang baik adalah kandungan proteinnya lebih dari 31%, jika semakin tinggi kandungan proteinnya maka kualitas pakan juga semakin baik, ukuran pakan yang diberikan juga harus disesuaikan dengan ukuran bukaan mulut ikan lele, apabila ukuran ikan lele serta bukaan mulutnya semakin besar, pakan yang diberikan pada ikan lele juga semakin besar.
Demikian sekilas info dari Kabar Budidaya mengenai 3 Tips Sukses Bisnis Usaha Budidaya Pembesaran Ikan Lele
Selain mejaga kualitas air, sumber kehidupan bagi ikan lele adalah pakan, tanpa pakan ikan lele tidak akan mampu hidup apalagi tumbuh berkembang, pakan akan digunakan ikan lele sebagai sumber energi serta dapat memperbaiki sel sel tubuh yang rusak.
Pakan yang berkualitas adalah pakan yang mampu memenuhi kebutuhan ikan lele, dalam arti, pakan yang diberikan harus terdapat kandungan nutrisi yang sesuai, sehingga akan mampu menghasilkan ikan lele yang sehat, berkualitas dan seragam.
Bahan baku untuk Membuat Pakan Ikan Lele yang baik diantaranya adalah tepung ikan, tepung kedelai, tepung jagung, minyak ikan dan dedak, selain itu, pakan juga harus terdapat suplemen seperti vitamin mix, dengan begitu pakan yang diberikan terdapat kandungan gizi yang lebih komplit.
Jika ingin memberikan pakan berupa pelet, pada dasarnya ada 2 macam jenis pelet yaitu pelet terapung dan pelet tenggelam, namun untuk memudahkan dalam pengontrolan ada baiknya jika ikan lele diberikan pakan pelet terapung, sehingga akan memudahkan melakukan pemantauan untuk mengetahui pakan yang tidak termakan oleh ikan lele.
Kriteria kualitas pakan ataupun pelet yang baik adalah kandungan proteinnya lebih dari 31%, jika semakin tinggi kandungan proteinnya maka kualitas pakan juga semakin baik, ukuran pakan yang diberikan juga harus disesuaikan dengan ukuran bukaan mulut ikan lele, apabila ukuran ikan lele serta bukaan mulutnya semakin besar, pakan yang diberikan pada ikan lele juga semakin besar.
Demikian sekilas info dari Kabar Budidaya mengenai 3 Tips Sukses Bisnis Usaha Budidaya Pembesaran Ikan Lele

Post a Comment for "3 Tips Sukses Bisnis Usaha Budidaya Pembesaran Ikan Lele"