Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
Blogger Jateng

Jenis Ikan Lele Unggul Untuk Dibudidayakan

Jenis Ikan Lele Unggul Untuk Dibudidayakan, - Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwasannya pemilihan jenis ikan lele yang berkualitas, bisa mengangkat suatu keberhasilah dalam Usaha Budidaya Ikan Lele baik dalam Segmen Pembenihan maupun Segmen Pembesaran yang nantinya akan dijual sebagai ikan konsumsi.

Pada dasarnya, spesies jenis ikan lele begitu banyak dan tersebar di perairan Afrika dan Asia, namun banyaknya jenis ikan lele tersebut, tidak semuanya dapat dibudidayakan serta memiliki nilai ekonomis tinggi sebagai ikan konsumsi.

Menurut pengalaman dari beberapa para eksportir dan para peternak pada segmen pembaseran, ukuran ikan lele amat menentukan nilai jualnya, artinya ukuran ikan lele harus dapat disesuaikan dengan target permintaan pasar.

para peternak pada Segmen Pembesaran umumnya menginginkan ukuran benih yang nantinya akan ditebar dan dipelihara berukuran mencapai 5-7, 7-9, 9-12 cm, sementara, dari para pengusaha pengolahan seperti restoran, dan warung warung makan menginginkan ukuran ikan konsumsi mencapai 8 hingga 12 ekor per kg, sedangkan ukuran ikan lele yang sesuai dengan permintaan ekspor bisa mencapai 500 gram per ekor.

Selain itu, permintaan pasar ekspor dan para pengolahan ikan sangat memperhatikan kualitas dan mutu ikan lele, terutama keseragaman ukuran ikan lele dan tekstur daging yang meliputi dari warna, bau, dan rasa, dengan begitu para peternak Budidaya Ikan Lele diwajibkan mampu menghasilkan ikan lele yang selaras dengan permintaan pasar.

Jinis ikan lele yang umum dibudidayakan oleh para peternak tentu memiliki sifat unggul diantaranya masa pertumbuhannya lebih singkat, tahan terhadap serangan penyakit dan mampu tumbuh dan berkembangbiak pada kondisi lingkungan kepadatan tinggi dengan kondisi air yang minim.
Jenis Ikan Lele Unggul Untuk Dibudidayakan
Jenis Ikan Lele Unggul Untuk Dibudidayakan

Jenis - Jenis Ikan Lele Unggul


Saat ini, terdapat beberapa "spesies" jenis ikan lele unggul antara lain yakni ikan lele dumbo, ikan lele sangkuriang dan ikan lele phyton yang cukup populer dan sering dibudidayakan oleh para peternak dibeberapa daerah tanah air, berikut penjelasannya satu per satu dari Kabar Budidaya.

1. Ikan Lele Lokal

Lele lokal dengan nama latin Clarias Batrachus merupakan salah satu jenis ikan lele asli yang berasal dari perairan Indonesia, lele lokal mulai dibudidayakan sejak pada tahun  1975, tepatnya di daerah Blitar, Jawa Timur.

Hanya saja kelemahan dalam budidaya lele lokal yaitu masa pertumbuhannya sangat lambat, karena untuk mencapai ukuran 500 gram per ekor membutuhkan waktu pemeliharaan kurang lebih sekitar 1 tahun.

Oleh sebab itu, saat ini budidaya ikan lele lokal tidak  sepopuler dengan budidaya ikan lele dumbo, walaupun demikian, sebenarnya masih tetap saja ada para peternak lele lokal yang membudidayakannya.

Karena pada dasarnya ikan lele lokal memiliki cita rasa yang sangat gurih dan renyah, selain itu ikan ini tidak terlalu banyak mengandung lemak.

2. Ikan Lele Keli

Ikan lele keli dengan naman latin Clarias Meladerma merupakan salah satu jenis ikan lele lokal yang mulai dibudidayakan kira kira pada tahun 1987 oleh Sub Balitkanwar Palembang  dan sukses dipijahkan pada tahun 1989.

Lele keli banyak ditemukan di daerah Keli, Sumatra Selatan, oleh sebab itulah ikan lele ini dijuluki dengan nama lele keli, sebenamya,  sudah sejak lama lele keli dikenal serta  dikonsumsi oleh masyarakat luas terutama di daerah Keli, Sumatra Selatan.

Berdasarkan penelitian, ikan lele keli lebih unggul jika dibandingkan dengan ikan lele lokal, karena untuk  mencapai ukuran tumbuh 500 gram per ekor, hanya dibutuhkan waktu pemeliharaan kurang lebih sekitar 5 sampai 6 bulan.

Selain itu, ikan lele keli juga amat mudah beradaptasi pada kondisi diberbagai perairan tawar, terlebih lagi lele keli bisa terbilang cukup tahan terhadap serangan penyakit, khususnya bakteri seperti Aeromonas yang sudah menjadi momok bagi para peternak lele.

Masa pertumbuhan lele keli lebih cepat jika dibandingkan dengan jenis ikan lele lokal, walaupun, sebenarnya masih jauh dibawah ikan lele dumbo, jika dilihat sekilas, dari segi penampilan, ikan lele keli sangat mirip dengan lele lokal, namun bila diperhatikan secara  seksama sebenarnya terdapat beberapa penampilan yang bisa membedakannya.

Umumnya, ikan lele keli mempunyai warna badan lebih gelap agak hitam kekuningan, sementara ikan lele lokal berwama lebih muda terang, ikan lele keli mempunyai sirip yang lebih lebar daripada lele local serta ukuran kepalanya juga lebih besar daripada lele local dan patilnya pun tidak tajam.

3. Ikan Lele Dumbo

Ikan lele dumbo merupakan jenis ikan lele yang berasal dari Mozambique Afrika, diduga lele dumbo adalah hasil dari perkawinan silang antara induk betina asli Taiwan dengan induk jantan yang berasal dari Afrika, kata dumbo diambil dari kata jumbo, oleh sebab itu lele dumbo mempunyai tubuh yang bongsor dan besar, lele dumbo pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1985 yang diimpor langsung dari Taiwan melalui Bandara Soekarno Hatta.

Pada awalnya, ikan lele dumbo hanya dijadikan sebagai ikan hias, namun karena penyebaran di Indonesia cukup luas, saat ini, ikan lele dumbo dijadikan sebagai salah satu Jenis Ikan Air Tawar Konsumsi unggulan.

Dapat dipastikan sejak tahun 2002 tak minim masyarakat disetiap beberapa daerah Indonesia mulai membuka peluang bisnis usaha Budidaya Ikan Lele Dumbo, tentu hal tersebut tak lain karena sifat unggul pada lele dumbo yaitu bentuk tubuhnya yang besar serta masa pertumbuhannya lebih pesat bila di bandingkan dengan jenis ikan lele lainnya.

Menurut hasil penelitian, jika lele dumbo berumur 2 hari beratnya bisa mencapai 1-3 gram, umur 5 minggu bisa mencapai 10-15 gram, sedangkan jika berumur 24 minggu bisa mencapai hingga 180-200 gram, ukuran tersebut tentu sangat jauh berbeda dengan jenis ikan lele lokal yang hanya mampu mencapai 40-50 gram pada saat umur 24 minggu, selain itu, lele dumbo betina mampu menghasilkan telur lebih banyak hingga mencapai 30000 butir, sementara induk lele lokal hanya mampu menghasilkan 1000 hingga 4000 butir telur.

Perbedaan lain pada lele dumbo dengan lele lokal diantaranya yaitu jika lele dumbo bersifat lebih agresif, tidak merusak pematang kolam, warna tubuhnya akan berubah menjadi lorenga saat setres dan terkejut serta patilnya tidak beracun, sementara jika lele lokal sifatnya lebih pendiam, suka merusak pematang kolam dan patilnya sangat beracun.

4. Ikan Lele Sangkuriang

Ikan Lele sangkuriang  dengan nama latin Clarias Gariepinus Var adalah salah satu varietas unggul yang dihasilkan oleh para peneliti di tanah air, ikan lele ini merupakan hasil dari pembaruan genetik lele yang dilakukan oleh (BBPBAT) Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar daerah Sukabumi dengan cara melakukan perkawinan (backcross) silang balik terhadap induk ikan lele dumbo yang terdapat di Indonesia.

Ikan lele sangkuriang tentu lebih unggul jika dibandingkan dengan ikan lele dumbo, keunggulannya tersebut dapat dilihat dari jumlah telur yang dihasilkan lebih banyak bisa mencapai 60000 telur dengan derajat penetasan >90%, sedangkan untuk ikan lele dumbo hanya 30000 telur dengan derajat penetasan >90%.

Panjang benih ikan lele sangkuriang pada usia 26 hari rata-rata dapat mencapai 3 hingga 5 cm, sedangkan pada ikan lele dumbo hanya 2 sampai 3 cm, nilai konversi pakan atau Feed Convertion Rate (FCR) ikan lele sangkuriang berkisar 0,8-1, jika lele dumbo >1.

Penyebaran ikan lele sangkuriang pertama kali terpusat hanya di wilayah Yogyakarta dan Bogor sebagai daerah penghasil ikan lele yang begitu potensial, melihat keberhasilan usaha budidaya tersebut, ikan lele sangkuriang resmi dilepas pada tahun 2004 sebagai komoditas baru dan dinyatakan sebagai jenis ikan lele unggul berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No.KP26/MEN/2004 pada tanggal 21/07/2004

5. Ikan lele phyton

Ikan lele phyton dengan nama latin Clarias Geriepinus Var dihasilkan oleh kelompok (SKA)  Sinar Kehidupan Abadi, merupakan kelompok budidaya ikan lele dari Bayumundu, Pandeglang, Banten.

Ikan Lele phyton  merupakan lele hasil perkawinan silang antara ikan lele dumbo asal Thailand dengan ikan lele dumbo Afrika, ikan lele phyton juga termasuk salah satu varietas jenis ikan lele unggul yang dihasilkan oleh penangkar lokal.

Keunggulan dari Ikan lele phyton diantaranya yaitu tingkat perturnbuhannya lebih cepat, untuk mencapai ukuran konsumsi hanya membutuhkan waktu pemeliharaan sekitar 50 sampai 55 hari dengan ukuran benih 7-8 cm, sedangkan dengan ukuran  benih 9-10 cm hanya membutuhkan waktu pemeliharaan sekitar 40 sampai 45 hari untuk menghasilkan ukuran konsumsi, selain itu, budidaya ikan lele phiton dapat dilakukan pada lingkungan yang bersuhu dingin.

Ciri ciri ikan lele phyton adalah kumis atau sungutnya panjang dan mempunyai mulut yang cukup kecil serta terdapat punuk pada bagian kepala, badan atas berwarna hijau kecokelatan, punggung sampai pangkal ekornya berwarna hijau kehitaman dan pada bagian  bawah sampai pangkal ekor berwarna putih cerah.

Terakhir. . .

Dari ke lima jenis ikan lele tersebut dapat dipastikan bahwa mempunyai keunggulan serta kekurangan masing masing, namun, untuk mengetahui informasi mengenai keunggulan dan kelebihan secara detail, dapat melakukan pencarian lebih lanjut mengenai Jenis Ikan Lele Unggul Untuk Dibudidayakan

Post a Comment for "Jenis Ikan Lele Unggul Untuk Dibudidayakan"