Panduan Lengkap Cara Usaha Budidaya Ikan Lele
Bisnis ikan lele memang bisa di bilang merupakan sebuah bisnis yang tiada matinya, hal tersebut sudah terbukti dengan meningkatnya permintaan pasar terhadap ketersediaan ikan lele dari tahun ke tahun, baik itu pasar lokal ataupun ekspor.
Selain itu, semakin bertambah maraknya para pelaku bisnis kuliner yang membuat ikan lele semakin hari semakin popluler, karena tak jarang warung warung makan serta pedagang kali lima disetiap beberapa daerah kota-kota besar menyediakan pecel lele sebagai hidangan menu andalan, dengan begitu peluang usaha budidaya ikan lele semakin menggiurkan.
Pasalnya, selain pasar lokal dan ekspor, ikan lele juga mudah diserap oleh para pelaku bisnis kuliner secara teratur dan rutin, sehingga sudah dapat dilihat secara jelas pasar ikan lele semakin terbuka sangat lebar.
Namun, ada beberapa hal yang sangat disayangkan yaitu, sampai saat ini permintaan pasar terhadap ketersediaan ikan lele masih belum bisa terpenuhi secara optimal, bahkan masih bisa terbilang sangat jauh di bawah target permintaan pasar, sebenarnya masalah tersebut bisa teratasi dengan catatan jika melakukan bisnis usaha budidaya ikan lele dilakukan secara intensif.
Minimnya pengetahuan dalam hal bisnis usaha budidaya ikan lele membuat beberapa sebagian besar masyarakat di tanah air merasa kesulitan, bahkan tak jarang kegagalan pun kerap dialami karena sering kali tidak di barengi dengan strategi yang tepat.
Berikut sekilas info dari Kabar Budidaya mengenai keunggulan serta panduan usaha budidaya ikan lele, dengan harapan dapat bermanfaat serta benar benar dapat membantu bagi yang ingin memulai bisnis usaha ternak lele.
Keunggulan Usaha Budidaya Ikan Lele
Bukan tanpa alasan sebagian besar seseorang lebih memilih untuk investasi dalam bisnis usaha budidaya ikan lele, karena terdapat beberapa keunggulan yang ditawarkan dari bisnis usaha budidaya ikan lele tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Tahan Banting
Dari beberapa jenis Budidaya Ikan Air Tawar, ikan lele termasuk salah satu jenis ikan yang tergolong tahan banting, selain itu ikan lele juga mempunyai alat pernapasan tambahan yaitu labirin atau arborescent yang memungkinkan ikan lele mampu menghirup oksigen diudara secara langsung.
Pada umumnya, ikan lele mampu beradaptasi dengan mudah dalam kodisi lingkungan hidup disembarang tempat, namun dengan begitu kondisi air pun juga perlu diperhatikan, guna hal tersebut sangat penting dilakukan karena dapat mempengaruhi laju pertumbuhan, produktifitas serta untuk menjaga kesehatan ikan lele.
2. Cara Memelihara Ikan Lele Cukup Sederhana
Cara memelihara ikan lele bisa dibilang cukup sederhana, karena dalam teknik pemeliharaan ikan lele tidak memerlukankan pergantian air secara rutin, bahkan pada saat pembesaran ikan lele setelah sepuluh hari pertama sejak penebaran benih tidak dianjurkan untuk mengganti air.
Selain itu, dalam melakukan bisnis usaha budidaya ikan lele terutama pada segmen pembesaran, ikan lele tidak membutuhkan sistem air deras seperti halnya yang dilakukan pada sistem pembesaran ikan mas.
3. Waktu Pemeliharaan Ikan Lele Lebih Cepat
Waktu pemeliharaan ikan lele lebih cepat jika dibandingkan dengan jenis budidaya ikan air tawar lainnya, contohnya misalkan budidaya pembesaran ikan lele jika dilakukan secara intensif hanya memerlukan waktu kurang lebih sekitar 2 sampai 3 bulan untuk mencapai ukuran konsumsi.
Tentu hal tersebut jauh lebih singkat jika dibandingkan dengan jenis budidaya ikan air tawar lainnya, misalkan seperti budidaya ikan nila yang membutuhkan waktu kurang lebih 5 sampai 6 bulan untuk dapat mencapai ukuran konsumsi.
Sedangkan pada budidaya ikan gurame membutuhkan waktu kurang lebih satu tahun baru bisa dipanen dengan ukuran konsumsi.
4. Mempercepat Seklus Keuangan
Pada umumnya setiap segmen Pembenihan Ikan Lele dan segmen Pembesaran Ikan Lele waktu yang dibutuhkan relatif cukup cepat dan singkat, dengan begitu tidak perlu menunggu berlama-lama untuk dapat menikmati keuntungan secara finansial dari bisnis usaha budidaya ikan lele.
Sehingga hasil dari keuntungan tersebut dapat dimanfaatkan serta digunakan untuk membiayai operasional kolam misalkan membeli bibit ataupun pakan, selain itu, para pelaku bisnis usaha budidaya ikan lele harus benar benar bisa mengatur waktu bagaimana cara budidaya ikan lele bisa panen cepat dan secara kontinu setiap minggu atau setiap bulannya.
Hal tersebut tentu bisa dilakukan dengan cara penebaran bibit dilakukan secara bergilir serta interval waktu yang sudah diatur sesuai dengan rencana panen dan target pasar.
5. Ikan Lele Relatif Lebih Tahan Terhadap Penyakit
Ikan lele bukanlah jenis ikan yang bersisik, namun ikan lele mampu melindungi tubuhnya dari berbagai serangan penyakit.
Karena pada bagian tubuh ikan lele terdapat lendir yang mampu melindungi kulit ikan lele, dengan begitu, hindari perlakuan terhadap ikan lele yang dapat mereduksi lendir pada kulit ikan lele.
6. Permintaan pasar terus meningkat
Hal yang paling menarik dari bisnis usaha budidaya ikan lele adalah permintaan pasar cenderung terus meingkat baik itu ikan lele ukuran benih maupun ikan lele ukuran konsumsi, implikasinya, usaha budidaya ikan lele seperti tiada matinya.
Permintaan pasar terhadap ketersediaan ikan lele ukuran konsumsi semakin terbuka lebar mulai dari supermarket, restoran, rumah makan serta warung-warung makan dipinggir jalan membutuhkan pasokan yang cukup tinggi secara kontinu.
![]() |
| Panduan Lengkap Cara Usaha Budidaya Ikan Lele |
Cara Usaha Budidaya Ikan Lele
1. Memilih Jenis Ikan Lele Untuk Dibudidayakan
Pada umumnya, bagi sebagian besar masyarakat Indonesia sekalipun bagi seorang pemula jika ingin memulai bisnis usaha budidaya ikan lele, hal yang paling utama adalah menentukan jenis ikan lele yang akan di budidayakan.
Sedangkan jenis ikan lele terdapat kurang lebih sekitar 60 spesies yang termasuk kedalam keluarga Clarias, di Asia Tenggara telah diketahui kurang lebih sekitar 20 spesies jenis ikan lele.
Banyaknya spesies jenis ikan lele membuat beberapa sebagian orang merasa bingung, karena tidak semua jenis ikan lele bisa dibudidayakan dan mampu memiliki hasil yang optimal sesuai dengan kenginan pasar, sedangkan Jenis Ikan Lele Unggul memiliki ciri-ciri tersendiri diantaranya yakni tingkat pertumbuhannya lebih cepat, lebih tahan terhadap serangan penyakit serta tingkat kelangsungan hidupnya lebih tinggi.
Bahkan, ada pula jenis ikan lele yang mampu mempunyai panjang sekitar 1 sampai 1,5 m dengan berat lebih dari 2 kg adalah jenis ikan lele wels dari Amerika.
2. Memilih Segmen Usaha budidaya Ikan Lele
Dengan adanya segmentasi segala aktivitas bisnis usaha budidaya ikan lele membuat perputaran modal akan lebih cepat berputar, sehingga mampu menghasilkan produk yang dapat dipasarkan secara terpisah, karena secara umum segmentasi usaha budidaya ikan lele terdapat dua macam yaitu segmen usaha budidaya pembenihan ikan lele dan segmen usaha budidaya pembesaran ikan lele.
- Segmen Usaha Budidaya Pembenihan Ikan Lele Pembenihan merupakan suatu kegiatan memelihara ikan dimana bertujuan untuk menghasilkan benih ataupun bibit ikan dengan ukuran tertentu, kemudian benih ikan tersebut akan dipelihara pada kegiatan pembesaran.
- Untuk ukuran benih lele yang dapat ditebar serta dipelihara pada proses pembesaran, umumnya memiliki ukuran 5-7, 7-9, 9-12 cm, Cara Pembenihan Ikan Lele dapat dilakukan pada lahan terbatas, selain itu, penggunaan kolam bisa dibuat dengan bahan yang sederhana, misalkan seperti kolam terpal.
- Kegiatan usaha budidaya pembenihan ikan lele memiliki waktu perputaran modal yang lebih cepat, selain itu, biaya operasional serta investasinya pun bisa terbilang lebih murah, namun dalam kegiatan ini dibutuhkan ketekunan, keterampilan serta kejelian yang lebih jika dibandingkan dengan usaha budidaya pembesaran ikan lele.
- Segmen Usaha Budidaya Pembesaran Ikan Lele Usaha budidaya pembesaran ikan lele merupakan suatu kegiatan memelihara ikan dimana ikan tersebut dipelihara mulai dari ukuran benih atau bibit kemudian dibesarkan hingga mencapai ukuran konsumsi.
- Cara Pembesaran Ikan Lele secara intensif dapat dilakukan dengan cara yang modern, selain itu memerlukan biaya investasi yang terbilang cukup besar, ciri khas dari budidaya ikan lele secara intensif yaitu padat penebaran benih cukup tinggi.
- Selain itu, pergantian air sering dilakukan, guna bertujuan untuk menjaga kualitas air supaya tetap bersih serta tidak kotor dari sisa pakan yang tidak termakan.
Dari ke dua segmen usaha budidaya ikan lele tersebut, tentu memiliki prospek yang berbeda, namun jika di tinjau lebih lanjut dari ke dua segmen tersebut sama sama mampu menghasilkan laba yang sangat menggiurkan.
Langkah Langkah Usaha Budidaya Ikan Lele
Setelah sekiranya sudah mengetahui jenis ikan lele apa yang akan dibudidayakan serta sudah menentukan segmen usaha bididaya ikan lele, untuk menuju tahap berikutnya ikuti langkah langkahnya sebagai berikut :
1. Membuat Kolam Untuk Budidaya Ikan Lele
Secara garis besar, dalam sistem usaha budidaya ikan air tawar, kolam merupakan salah satu fasilitas pendukung yang sengaja dibuat dengan ukuran yang telah dikehendaki guna agar ikan ikan tersebut mampu bertahan hidup serta dapat berkembangbiak dengan baik didalam replika kolam buatan.
Oleh karena itu, demi mencapai suatu keberhasilan dalam usaha budidaya ikan lele, hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kolam adalah kolam tersebut harus dapat dikuasai dengan baik dalam arti mudah dalam pengeringan serta pengisian air, selain itu juga, akan mempermudah saat melakukan pemanenan.
Maraknya para pelaku bisnis usaha budidaya ikan lele, saat ini telah muncul sebuah inovasi baru yaitu budidaya ikan lele di kolam terpal, Cara Membuat Kolam Terpal pun bisa dikatakan cukup mudah dan lebih simple, selain itu, biaya investasi yang dibutuhkan pun bisa terbilang cukup kecil sehingga dapat membantu para pemula yang ingin memulai bisnis usaha budidaya perikanan dengan modal yang minim.
2. Persiapan Benih Bibit Ikan Lele
Persiapan benih bibit ikan lele tidak bisa dipandang sepele, demi menunjang suatu keberhasilan dalam bisnis usaha budidaya ikan lele sangat ditentukan dari pemilihan benih berkualitas, oleh sebab itu, induk yang digunakan pun harus berkualitas.
Janlan terbaik untuk mendapatkan induk yang berkualitas yaitu dengan cara membeli di Dinas lembaga perikanan yang sudah terdaftar seperti instansi ataupun balai pemerintahan yang terpercaya serta cukup berpengalaman dalam hal pembenihan ikan lele.
Hal yang perlu diperhatikan saat membeli indukan yaitu keutuhan serta kondisi tubuh induk harus sehat dan tidak cacat, selain itu, ukuran induk pun juga harus diperhatikan, guna untuk mendapatkan jumlah telur yang maksimal, setidaknya umur induk minimal satu tahun dengan bobot 0,8 kg maka rata rata akan menghasilkan terlur kurang lebih sekitar 20.000 sampai 60.000 per kg.
Namun itu juga tergantung dari jenis dan ukurannya, jika pemijahan dilakukan dengan metode buatan, jumlah telur yang dapat dihasilkan bisa lebih dari itu.
3. Pemijahan Ikan Lele
Di alam bebas pemijahan ikan lele terjadi pada saat musim hujan, kemudian akan mencari tempat yang sekiranya aman untuk berlindung atau mencari lubang. Dalam sistem usaha budidaya ikan lele demi mencapai suatu keberhasilan dalam pemijahan maka dibutuhkan penguasaan serta pemahaman yang baik, ada beberapa cara yang bisa digunakan dalam teknik pemijahan yakni Cara Pemijahan Ikan Lele secara alami, semi alami dan buatan.
Pemijahan alami yaitu pemijahan yang dilakukan tanpa memberi rangsangan pada indukan, sehingga ikan lele akan melakukan pemijaha dengan sendirinya. Pemijahan semi alami yaitu pemijahan yang dilakukan dengan cara memberi ragsangan terhadap indukan, sehingga ikan lele agar terangsang kemudian memijah secara alami. Pemijahan buatan yaitu pemijahan yang dilakukan dengan cara memberi rangsangan suntikan pada kelenjar hipofisis berupa hormon ovaprim, kemudian dapat dipijahkan dengan bantuan manusia.
4. Pendederan Ikan Lele
Umumnya, pendederan ikan lele terbagi menjadi 2 periode yakni pendederan I dan pendederan II, pendederan tersebut bertujuan untuk mendapatkan benih dengan ukuran yang seragam, pasar benih dari hasil pendederan adalah para peternak ikan lele pada segmen pembesaran.
Biasanya, para pelaku bisnis usaha budidaya ikan lele pada segmen pembesaran menggunakan benih dengan ukuran mencapai 5-8 hingga 8-12 cm, karena dengan ukuran tersebut benih sudah cukup kuat dipelihara pada perairan yang agak dalam.
Untuk menghemat biaya dalam melakukan pendederan ikan lele dapat dilakukan di kolam tanah, jika kolam tanah tersebut diolah dengan baik serta diberi pupuk yang cukup, benih akan mendapatkan pakan secara alami yang cukup melimpah.
5. Pembesaran Ikan Lele
Pembesaran Merupakan suatu kegiatan pemeliharaan lele setelah melaui proses pembenihan serta pendederan periode I dan II untuk mencapai suatu ukuran tertentu yang sesuai dengan ukuran konsumsi, dengan begitu sudah siap dipasarkan ke konsumen.
Biasanya ikan lele yang siap dipasarkan per kg berisi kurang lebih 6-12 ekor, tidak lebih dari 12 ekor serta tidak kurang dari 6 ekor, bisnis usaha budidaya ikan lele pada segmen pembesaran dapat dilakukan pada kolam terpal, kolam semen, kolam tanah dll.
6. Pengelolaan Air Kolam Ikan Lele
Menjaga kualitas air sangat penting dilakukan guna untuk meningkatkan produktivitas dalam usaha budidaya ikan lele, walaupun sebenarnya ikan lele mampu bertahan hidup pada kondisi air yang kritis.
Kualitas air kolam tersebut dapat diukur secara fisik dan kimia, Parameter kualitas air secara fisik diantaranya yaitu air harus bersih berwarna hijau cerah dengan transparansi kecerahan sedang antara 30-40 cm, serta pH air berkisar 6 hingga 9, sedangkan, untuk parameter air secara kimia diantaranya yaitu terhindar dari senyawa beracun contohnya seperti amoniak, selain itu suhunya harus optimal berkisar antara 22-26 derajat.
Suhu air sangat berperan penting karena dapat mempengaruhi laju pertumbuhan ikan lele, metabolisme, nafsu makan serta kelarutan ogsigen pada air.
7. Pemberian Pakan Ikan Lele
Sudah menjadi rahasia umum, pakan sangat berperan penting dalam bisnis usaha budidaya ikan lele demi menunjang pertumbuhan ikan lele perlu diperhatikan dalam hal pemberian pakan yang baik dan tepat, sehingga ikan lele akan tumbuh lebih cepat.
Pakan yang diberikan harus disesuaikan dengan ukuran serta populasi ikan lele yang dibudidayakan, selain itu, pakan harus memenuhi standar gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ikan lele. waktu yang tepat dalam pemberian pakan ikan lele sebaiknya dilakukan pada malam hari atau pada saat senja dengan frekuensi 3 sampai 5 kali dalam sehari.
Namun, pemberian pakan jangan terlalu banyak dan jangan terlalu sedikit, jika terlalu banyak makanan tersebut otomatis tidak akan termakan dan akan mengendap di dasar kolam yang dapat mengakibatkan gas beracun seperti NO3, H2S dan NH3 sehingga akan meracuni ikan lele yang dapat menyebabkan kematian.
Umumnya, pakan ikan lele berupa pakan alami dan pakan buatan, selain itu ada juga Pakan Lele Alternatif, pakan alami berupa binatang renik seperti cacing, larva, kutu air dan siput kecil, jika ingin mengolah pakan lele buatan sendiri sebaiknya banyak mengandung protein hewani karena ikan lele merupakan jenis ikan yang bersifat karnivora.
8. Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Lele
Hama dan penyakit merupakan suatu kendala besar dalam usaha budidaya ikan lele, selain itu, dapat mempengaruhi produktivitas ikan lele baik itu secara langsung maupun bertahap, hama bagi ikan lele berupa predator seperti kucing, ular, burung, linsang, musang air, serangga notonecta dll, hama hama tersebut perlu diwaspadai, terlebih lagi jika memelihara ikan lele di area persawahan, untuk penyakit yang biasa menyerang ikan lele berupa bakteri aeromonas dan pseudomonas, bintik putih serta jamur.
Dengan begitu, demi mencapai suatu keberhasilan dalam usaha budidaya ikan lele perlu dilakukan pencegahan sedini mungkin terhadap serangan hama dan penyakit, tindakan pencegahan yang mungkin bisa dilakukan diantaranya yaitu.
Menjaga kebersihan kolam atau sanitasi kolam, selain itu, kelancaran aerasi aliran air masuk dan keluar juga perlu dijaga, upayakan kepadatan ikan lele pada kolam tidak terlalu tinggi serta penuhi pakan sesuai dengan kuantitas dan kualitas yang diperlukan, bila perlu taburkan juga garam dapur kira kira 150-200 gram setiap 10 hari sekali.
9. Pemanenan Ikan Lele
Cara panen dan penanganan pascapanen apabila dilakukan dengan cara yang tepat maka kualitas ikan lele sampai ke tangan konsumen akan terjamin, artinya ketika ikan lele sampai ditangan konsumen maka kondisi ikan lele tetap utuh tanpa ada cacat ataupun lecet pada permukaan kulit.
Setelah memelihara ikan lele kurang lebih sekitar 2 bulan maka lele sudah siap dipanen, sebelum melakukan pemanenan ada baiknya jika ikan lele dipuasakan selama 1 hari, guna pada waktu pengangkutan ikan lele tidak akan mengeluarkan banyak kotoran yang dapat mengotori media pengangkutan.
Untuk ukuran ikan lele yang sudah siap panen, biasanya warung warung tenda di pinggir jalan menginginkan ukuran ikan lele sekitar 100 g per ekor dengan panjang 20 cm, ukuran tersebut dapat dicapai dalam jangka waktu sekitar 2 bulan, sedangkan untuk restoran umumnya menginginkan ukuran ikan lele yang lebih besar mencapai 200-250 g per ekor dengan panjang 20 sampai 30 cm, ukuran tersebut dapat dicapai dalam waktu kurang lebih sekitar 120-130 hari.
Cara mengetahui ukuran ikan lele yang sudah siap panen dapat dilakukan dengan cara sampling beberapa hari sebelum melakukan pemanenan guna untuk mengetahui ukuran serta berat rata rata populasi ikan lele keseluruhan.
Waktu yang tepat untuk melakukan pemanenan sebaiknya pada pagi hari, sehingga suhu udara belum panas, dengan begitu ikan lele tidak akan stres, jika stres ikan lele sangat rentan terserang penyakit.
Untuk mencegah terjadinya kegagalan serta kerugian berlebih, bagi para pemula ada baiknya jika mempelajari labih lanjut lagi mengenai seluk beluk dalam Usaha Budidaya Ikan Lele
Oleh karena itu, demi mencapai suatu keberhasilan dalam usaha budidaya ikan lele, hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kolam adalah kolam tersebut harus dapat dikuasai dengan baik dalam arti mudah dalam pengeringan serta pengisian air, selain itu juga, akan mempermudah saat melakukan pemanenan.
Maraknya para pelaku bisnis usaha budidaya ikan lele, saat ini telah muncul sebuah inovasi baru yaitu budidaya ikan lele di kolam terpal, Cara Membuat Kolam Terpal pun bisa dikatakan cukup mudah dan lebih simple, selain itu, biaya investasi yang dibutuhkan pun bisa terbilang cukup kecil sehingga dapat membantu para pemula yang ingin memulai bisnis usaha budidaya perikanan dengan modal yang minim.
2. Persiapan Benih Bibit Ikan Lele
Persiapan benih bibit ikan lele tidak bisa dipandang sepele, demi menunjang suatu keberhasilan dalam bisnis usaha budidaya ikan lele sangat ditentukan dari pemilihan benih berkualitas, oleh sebab itu, induk yang digunakan pun harus berkualitas.
Janlan terbaik untuk mendapatkan induk yang berkualitas yaitu dengan cara membeli di Dinas lembaga perikanan yang sudah terdaftar seperti instansi ataupun balai pemerintahan yang terpercaya serta cukup berpengalaman dalam hal pembenihan ikan lele.
Hal yang perlu diperhatikan saat membeli indukan yaitu keutuhan serta kondisi tubuh induk harus sehat dan tidak cacat, selain itu, ukuran induk pun juga harus diperhatikan, guna untuk mendapatkan jumlah telur yang maksimal, setidaknya umur induk minimal satu tahun dengan bobot 0,8 kg maka rata rata akan menghasilkan terlur kurang lebih sekitar 20.000 sampai 60.000 per kg.
Namun itu juga tergantung dari jenis dan ukurannya, jika pemijahan dilakukan dengan metode buatan, jumlah telur yang dapat dihasilkan bisa lebih dari itu.
3. Pemijahan Ikan Lele
Di alam bebas pemijahan ikan lele terjadi pada saat musim hujan, kemudian akan mencari tempat yang sekiranya aman untuk berlindung atau mencari lubang. Dalam sistem usaha budidaya ikan lele demi mencapai suatu keberhasilan dalam pemijahan maka dibutuhkan penguasaan serta pemahaman yang baik, ada beberapa cara yang bisa digunakan dalam teknik pemijahan yakni Cara Pemijahan Ikan Lele secara alami, semi alami dan buatan.
Pemijahan alami yaitu pemijahan yang dilakukan tanpa memberi rangsangan pada indukan, sehingga ikan lele akan melakukan pemijaha dengan sendirinya. Pemijahan semi alami yaitu pemijahan yang dilakukan dengan cara memberi ragsangan terhadap indukan, sehingga ikan lele agar terangsang kemudian memijah secara alami. Pemijahan buatan yaitu pemijahan yang dilakukan dengan cara memberi rangsangan suntikan pada kelenjar hipofisis berupa hormon ovaprim, kemudian dapat dipijahkan dengan bantuan manusia.
4. Pendederan Ikan Lele
Umumnya, pendederan ikan lele terbagi menjadi 2 periode yakni pendederan I dan pendederan II, pendederan tersebut bertujuan untuk mendapatkan benih dengan ukuran yang seragam, pasar benih dari hasil pendederan adalah para peternak ikan lele pada segmen pembesaran.
Biasanya, para pelaku bisnis usaha budidaya ikan lele pada segmen pembesaran menggunakan benih dengan ukuran mencapai 5-8 hingga 8-12 cm, karena dengan ukuran tersebut benih sudah cukup kuat dipelihara pada perairan yang agak dalam.
Untuk menghemat biaya dalam melakukan pendederan ikan lele dapat dilakukan di kolam tanah, jika kolam tanah tersebut diolah dengan baik serta diberi pupuk yang cukup, benih akan mendapatkan pakan secara alami yang cukup melimpah.
5. Pembesaran Ikan Lele
Pembesaran Merupakan suatu kegiatan pemeliharaan lele setelah melaui proses pembenihan serta pendederan periode I dan II untuk mencapai suatu ukuran tertentu yang sesuai dengan ukuran konsumsi, dengan begitu sudah siap dipasarkan ke konsumen.
Biasanya ikan lele yang siap dipasarkan per kg berisi kurang lebih 6-12 ekor, tidak lebih dari 12 ekor serta tidak kurang dari 6 ekor, bisnis usaha budidaya ikan lele pada segmen pembesaran dapat dilakukan pada kolam terpal, kolam semen, kolam tanah dll.
6. Pengelolaan Air Kolam Ikan Lele
Menjaga kualitas air sangat penting dilakukan guna untuk meningkatkan produktivitas dalam usaha budidaya ikan lele, walaupun sebenarnya ikan lele mampu bertahan hidup pada kondisi air yang kritis.
Kualitas air kolam tersebut dapat diukur secara fisik dan kimia, Parameter kualitas air secara fisik diantaranya yaitu air harus bersih berwarna hijau cerah dengan transparansi kecerahan sedang antara 30-40 cm, serta pH air berkisar 6 hingga 9, sedangkan, untuk parameter air secara kimia diantaranya yaitu terhindar dari senyawa beracun contohnya seperti amoniak, selain itu suhunya harus optimal berkisar antara 22-26 derajat.
Suhu air sangat berperan penting karena dapat mempengaruhi laju pertumbuhan ikan lele, metabolisme, nafsu makan serta kelarutan ogsigen pada air.
7. Pemberian Pakan Ikan Lele
Sudah menjadi rahasia umum, pakan sangat berperan penting dalam bisnis usaha budidaya ikan lele demi menunjang pertumbuhan ikan lele perlu diperhatikan dalam hal pemberian pakan yang baik dan tepat, sehingga ikan lele akan tumbuh lebih cepat.
Pakan yang diberikan harus disesuaikan dengan ukuran serta populasi ikan lele yang dibudidayakan, selain itu, pakan harus memenuhi standar gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ikan lele. waktu yang tepat dalam pemberian pakan ikan lele sebaiknya dilakukan pada malam hari atau pada saat senja dengan frekuensi 3 sampai 5 kali dalam sehari.
Namun, pemberian pakan jangan terlalu banyak dan jangan terlalu sedikit, jika terlalu banyak makanan tersebut otomatis tidak akan termakan dan akan mengendap di dasar kolam yang dapat mengakibatkan gas beracun seperti NO3, H2S dan NH3 sehingga akan meracuni ikan lele yang dapat menyebabkan kematian.
Umumnya, pakan ikan lele berupa pakan alami dan pakan buatan, selain itu ada juga Pakan Lele Alternatif, pakan alami berupa binatang renik seperti cacing, larva, kutu air dan siput kecil, jika ingin mengolah pakan lele buatan sendiri sebaiknya banyak mengandung protein hewani karena ikan lele merupakan jenis ikan yang bersifat karnivora.
8. Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Lele
Hama dan penyakit merupakan suatu kendala besar dalam usaha budidaya ikan lele, selain itu, dapat mempengaruhi produktivitas ikan lele baik itu secara langsung maupun bertahap, hama bagi ikan lele berupa predator seperti kucing, ular, burung, linsang, musang air, serangga notonecta dll, hama hama tersebut perlu diwaspadai, terlebih lagi jika memelihara ikan lele di area persawahan, untuk penyakit yang biasa menyerang ikan lele berupa bakteri aeromonas dan pseudomonas, bintik putih serta jamur.
Dengan begitu, demi mencapai suatu keberhasilan dalam usaha budidaya ikan lele perlu dilakukan pencegahan sedini mungkin terhadap serangan hama dan penyakit, tindakan pencegahan yang mungkin bisa dilakukan diantaranya yaitu.
Menjaga kebersihan kolam atau sanitasi kolam, selain itu, kelancaran aerasi aliran air masuk dan keluar juga perlu dijaga, upayakan kepadatan ikan lele pada kolam tidak terlalu tinggi serta penuhi pakan sesuai dengan kuantitas dan kualitas yang diperlukan, bila perlu taburkan juga garam dapur kira kira 150-200 gram setiap 10 hari sekali.
9. Pemanenan Ikan Lele
Cara panen dan penanganan pascapanen apabila dilakukan dengan cara yang tepat maka kualitas ikan lele sampai ke tangan konsumen akan terjamin, artinya ketika ikan lele sampai ditangan konsumen maka kondisi ikan lele tetap utuh tanpa ada cacat ataupun lecet pada permukaan kulit.
Setelah memelihara ikan lele kurang lebih sekitar 2 bulan maka lele sudah siap dipanen, sebelum melakukan pemanenan ada baiknya jika ikan lele dipuasakan selama 1 hari, guna pada waktu pengangkutan ikan lele tidak akan mengeluarkan banyak kotoran yang dapat mengotori media pengangkutan.
Untuk ukuran ikan lele yang sudah siap panen, biasanya warung warung tenda di pinggir jalan menginginkan ukuran ikan lele sekitar 100 g per ekor dengan panjang 20 cm, ukuran tersebut dapat dicapai dalam jangka waktu sekitar 2 bulan, sedangkan untuk restoran umumnya menginginkan ukuran ikan lele yang lebih besar mencapai 200-250 g per ekor dengan panjang 20 sampai 30 cm, ukuran tersebut dapat dicapai dalam waktu kurang lebih sekitar 120-130 hari.
Cara mengetahui ukuran ikan lele yang sudah siap panen dapat dilakukan dengan cara sampling beberapa hari sebelum melakukan pemanenan guna untuk mengetahui ukuran serta berat rata rata populasi ikan lele keseluruhan.
Waktu yang tepat untuk melakukan pemanenan sebaiknya pada pagi hari, sehingga suhu udara belum panas, dengan begitu ikan lele tidak akan stres, jika stres ikan lele sangat rentan terserang penyakit.
Terakhir . . .
Pada dasarnya, usaha budidaya ikan lele baik pada segmen pembenihan dan pembesaran ataupun keduanya memang merupakan peluang bisnis yang menjanjikan, karena prospek pasar cukup mudah dan luas serta permintaan cenderung terus meningkat.Untuk mencegah terjadinya kegagalan serta kerugian berlebih, bagi para pemula ada baiknya jika mempelajari labih lanjut lagi mengenai seluk beluk dalam Usaha Budidaya Ikan Lele

Post a Comment for "Panduan Lengkap Cara Usaha Budidaya Ikan Lele"