Tips Jitu Cara Merawat Tanaman Buah Naga
Tips Jitu Cara Merawat Tanaman Buah Naga, - Cara merawat buah naga cukup mudah, namun kemudah ini tidak akan berarti bagi seorang pemula yang baru mencoba membuka peluang bisnis usaha budidaya buah naga. Perawatan buah naga benar-benar mutlak diperlukan.
Hal ini terkait untuk menjaga kesehatan tanaman buah naga, buah naga yang sehat kemungkinan besar dapat mencapai suatu keberhasilan dalam bisnis usaha budidaya buah naga dengan mudah. Oleh sebab itu, merawat buah naga patut dilakukan secara berkala, baik itu dilahan yang luas atau dikebun maupun budidaya buah naga dalam pot.
Beberapa kegiatan kegiatan yang dapat dilakukan dalam merawat buah naga diantaranya yakni, pemupukan buah naga, penyiraman serta pemangkasan cabang cabang tanaman buah naga yang memang tidak diperlukan. Perawatan lain yang juga perlu diperhatikan adalah tanaman buah naga harus dapat menempel pada tiang panjatan dengan baik.
Oleh karena itu, batang tanaman buah naga harus diikat pada tiang panjatan menyertai seperti angka 8. Tali yang digunakan dapat berupa tali rafia ataupun dapat menggunakan kawat. Namun dalam pengikatan ini tidak boleh terlalu kencang. Sebab dapat merusak dan melukai batang tanaman buah naga.
Berikut ini sekilas info dari Kabar Budidaya mengenai beberapa langkah langkah yang dapat dilakukan dalam hal cara merawat tanaman buah naga. Langkah pertama dalam merawat buah naga adalah :
Pada waktu musih hujan, penyiraman dapat disesuaikan dengan kondisi tanah, apabilah kondisi tanah masih terlihat basah dan lembab, ada baiknya tidak usah dilakukan penyiraman. Sebab, penyiraman yang dilakukan secara berlebihan dapat menyebabkan tanaman buah naga terserang busuk akar dan busuk batang. Frekuensi penyiraman ini akan dikurangi pada saat tanaman buah naga mulai tumbuh dewasa, cukup 1 minggu sekali ataupun dapat disesuaikan dengan kondisi tanahnya. Setelah tanaman buah naga mulai berbunga dan berbuah frekuensi penyiraman juga berubah lagi, cukup 10 sampai 14 hari sekali.
Kemudian, jika cabang produktif tersebut panjangnya sudah mencapai 80-100 cm, dapat dipangkas dengan panjang 5-10 cm, sisakan 2 cabang produktif, sehingga dalam 1 batang utama masih terdapat 8 cabang produktif. Setiap kali selesai melakukan pemangkasan, bekas pangkasan dapat dioles ataupun disemprot dengan menggunakan fungisida, hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya pembusukan.
Demikian sekilas info dari Kabar Budidaya mengenai beberapa langkah langkah yang dapat dicoba dalam hal cara merawat tanaman buah naga.
Hal ini terkait untuk menjaga kesehatan tanaman buah naga, buah naga yang sehat kemungkinan besar dapat mencapai suatu keberhasilan dalam bisnis usaha budidaya buah naga dengan mudah. Oleh sebab itu, merawat buah naga patut dilakukan secara berkala, baik itu dilahan yang luas atau dikebun maupun budidaya buah naga dalam pot.
Beberapa kegiatan kegiatan yang dapat dilakukan dalam merawat buah naga diantaranya yakni, pemupukan buah naga, penyiraman serta pemangkasan cabang cabang tanaman buah naga yang memang tidak diperlukan. Perawatan lain yang juga perlu diperhatikan adalah tanaman buah naga harus dapat menempel pada tiang panjatan dengan baik.
Oleh karena itu, batang tanaman buah naga harus diikat pada tiang panjatan menyertai seperti angka 8. Tali yang digunakan dapat berupa tali rafia ataupun dapat menggunakan kawat. Namun dalam pengikatan ini tidak boleh terlalu kencang. Sebab dapat merusak dan melukai batang tanaman buah naga.
Cara Merawat Tanaman Buah Naga
![]() |
| Perawatan Tanaman Buah Naga |
1. Penyiraman tanaman buah naga
Pada fase tahap pertumbuhan awal, penyiraman hanya dilakukan 1 sampai 2 hari sekali, cara penyiraman tanaman buah naga dilakukan dengan cara dikocor hingga tanah tampak basah, kira kira air yang dibutuhkan sebanyak 2 liter per tanaman, waktu penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari. Untuk penyiraman tanaman buah naga didalam pot jika sekiranya air sudah mengucur dari dasar pot, penyiraman tersebut harus dihentikan, dan jangan melakukan penyiraman hingga terjadi genangan air pada permukaan pot.Pada waktu musih hujan, penyiraman dapat disesuaikan dengan kondisi tanah, apabilah kondisi tanah masih terlihat basah dan lembab, ada baiknya tidak usah dilakukan penyiraman. Sebab, penyiraman yang dilakukan secara berlebihan dapat menyebabkan tanaman buah naga terserang busuk akar dan busuk batang. Frekuensi penyiraman ini akan dikurangi pada saat tanaman buah naga mulai tumbuh dewasa, cukup 1 minggu sekali ataupun dapat disesuaikan dengan kondisi tanahnya. Setelah tanaman buah naga mulai berbunga dan berbuah frekuensi penyiraman juga berubah lagi, cukup 10 sampai 14 hari sekali.
2. Pemupukan tanaman buah naga
Pemupukan buah naga yang ditanam dipekarangan, dilahan maupun didalam pot, bisa memakai pupuk kandang sapi atau pupuk kandang kambing yang telah dikomposkan. frekuensi pemupukan buah naga dilakukan hanya 3 bulan sekali sebanyak 2 hingga 5 kg/tanaman. Cara pemupukan buah naga dilakukan dengan cara menggali tanah sedalam 10 cm dan 20-30 cm adalah jarak dari batang tanaman. Setelah itu, masukan pupuk kedalam galian kemudian ditutup kembali dan setelah itu disiram dengan air.3. Pemangkasan tanaman buah naga.
Agar tanaman buah naga dapat tumbuh dengan baik serta dapat menghasilkan buah yang produktif maka perlu diterapkan pemangkasan. Pemangkasan batang utama dipangkas setelah tingginya mencapai tiang penyangga. Pada cabang porduktif yang tumbuh dibatang utama jangan dipangkas, pilih 2-4 batang yang sehat, kokoh dan kuat.Kemudian, jika cabang produktif tersebut panjangnya sudah mencapai 80-100 cm, dapat dipangkas dengan panjang 5-10 cm, sisakan 2 cabang produktif, sehingga dalam 1 batang utama masih terdapat 8 cabang produktif. Setiap kali selesai melakukan pemangkasan, bekas pangkasan dapat dioles ataupun disemprot dengan menggunakan fungisida, hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya pembusukan.
4. Sanitasi.
Kegiatan sanitasi terfokuskan pada kebersihan lahan maupun pot dimana buah naga itu ditanam. Jagalah kebersihan lingkungan penanaman buah naga dari gulma pengganggu supaya kompetisi hara dapat diminimalisir. Bekas Bekas pemangkasan tanaman buah naga dapat dibuang ataupun dikubur jika memang sudah tak dapat ditanam lagi. Pembuangan bekas pangkasan juga tidak boleh sembarangan karena dapat memacu timbulnya hama dan penyakit seperti lalat buah ataupun bekicot.Demikian sekilas info dari Kabar Budidaya mengenai beberapa langkah langkah yang dapat dicoba dalam hal cara merawat tanaman buah naga.

Post a Comment for "Tips Jitu Cara Merawat Tanaman Buah Naga"