Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
Blogger Jateng

Bisnis Usaha Budidaya Beternak Jangkrik

Cara bisnis usaha budidaya beternak jangkrik, - Budiaya beternak jangkrik memiliki peluang pasar yang cukup menggiurkan. Pasalnya saat ini telah banyak penggemar burung berkicau yang tak sedikit telah mengetahui manfaat jangkrik bagi burung piaraanya. Sehingga membuat pecinta burung tersebut seakan akan jangkrik adalah kebutuhan pokok sehari hari yang wajib terpenuhi.

Berdasarkan pengamatan, jangkrik memang sangat potensial untuk dijadikan pakan burung bekicau seperti kacer, poksay dan hwambie. Karena dapat membuat kicauan burung-burung tersebut semakin indah dan merdu. Selain dapat digunakan sebagai pakan burung, ternyata jangkrik juga dapat dijadikan sebagai pakan ikan arwana. Hal ini tentu juga akan berdampak pada perubahan warna tubuh ikan arwana yang semakin cemerlang. Dengan begitu, hal tersebut tentu saja sangat digemari oleh para pecinta arwana sebagai ikan hias aquarium dirumahnya.

Beternak jangkrik sebenarnya sudah lama digeluti masyarakat sejak beberapa tahun silam. Dan pada tahun 1998, budidaya beternak jangkrik memang sudah menjadi primadona yang mampu meraup keuntungan yang terbilang cukup besar. Apalagi saat ini penggemar burung bekicau dan pemelihara ikan arwana serta jenis-jenis ikan lainnya semakin meningkat seakan-akan membuat peluang bisnis usaha budidaya beternak jangkrik semakin terbuka sangat lebar untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun ekspor.

Pasar ekspor bagi jangkrik saat ini adalah Negara Singapura, Amerika dan Eropa untuk dijadikan sebagai bahan pembuatan kosmetik. Di  Singapura sendiri, membutuhkan pasokan jangkrik kurang lebih sekitar 100 ribu ekor perharinya. Namun menurut peternak yang berasal dari desa Ngankrik, Triharjo, Sleman, Yogyakarta hanya mampu menyediakan jangkrik kurang lebih sekitar 40 ribu perminggunya. Bisa dibayangkan kurangnya pasokan untuk Singapura saja sekitar 660 ribu perminggunya. Lalu bagaimana dengan Negara-Negara yang lain ?

Untuk harga jangkrik di pasar lokal dan ekspor tentu sangat jauh berbeda, dimana harga jangkrik di pasar ekspor tentu lebih mahal. Dengan mahalnya harga jangkrik serta kurangnya pasokan pasar lokal maupun ekspor bukan tidak mungkin lagi bisnis usaha budidaya beternak jangkrik tak ada istilah kata matinya untuk beberapa tahun kedepan.

Bisnis Usaha Budidaya Beternak Jangkrik


Beternak jangkrik bisa dikatakan cukup mudah karena tidak membutuhkan perawatan khusus sehingga bisnis jangkrik dapat dijadikan sebagai usaha sambilan. Selain itu, dengan modal yang minim dan lahan yang kecil pun budidaya beternak jangkrik dapat berjalan dan mampu memberikan keuntungan yang sangat besar. Terlebih lagi, waktu yang dibutuhkan untuk budidaya beternak jangkrik yang relatif singkat sehingga cukup tampak jelas bisnis ini sangat menggiurkan.

Di Indonesia sendiri terdapat kurang lebih sekitar 123 spesies jenis jangkrik. Namun jenis jangkrik yang paling umum di budidayakan oleh para peternak dan cukup potensial adalah jenis jangkrik Gryllus mitratus dan Gryllus testaceus, karena jenis jangkrik ini mempunyai siklus hidup nimfa hingga dewasa sekitar 160 hari untuk jangkrik betinanya. Sedangkan untuk jangkrik jantan kurang lebih sekitar 3 bulanan. Dan jenis jangkrik ini biasanya hidup di antara semak-semak, rerumputan pekarangan dan di kebun.

Cara Budidaya Beternak Jangkrik

Bisnis Usaha Budidaya Beternak Jangkrik
Budidaya Beternak Jangkrik
Nah, untuk memulai bisnis usaha budidaya beternak jangkrik ada beberapa tahapan-tahapan yang dapat dilakukan. Namun sebelum memulai usaha ternak jangkrik agar bisa meminimalisir terjadinya kegagalan dan mampu meraup keuntungan secara besar-besaran dapat mengunjungi tips sukses bisnis usaha budidaya beternak jangkrik. Dan berikut ini sekilas info dari Kabar Budidaya mengenai cara bisnis usaha budidaya beternak jangkrik untuk tahapan pertama yang dapat dilakukan yaitu :

1. Persiapan kandang jangkrik
Untuk melancarkan kegiatan budidaya beternak jangkrik maka diperlukan persiapan kandang buatan sebagai tempat hidup sekaligus tempat untuk berkembang biaknya. Agar jangkrik tidak stres dan dapat berkembang biak dengan baik maka replika kandang tersebut harus dibuat dan diletakan ditempat yang senyaman mungkin. Artinya, kandang buatan harus diletakan ditempat yang sunyi, dan tenang tanpa adanya aktifitas manusia sehari hari.

Selain itu, kandang jangkrik harus diletakan pada ruangan yang cukup gelap dan tidak secara langsung terkena cahaya sinar matahari. Karena jangkrik adalah jenis serangga yang aktif dimalam hari. Dengan begitu jangkrik akan mudah melakukan aktifitas baik itu di malam maupun siang hari jika kandangnya diletakan pada ruangan yang cukup gelap.

Jika kondisi ruangan terbatas, kandang jangkrik dapat dibuat secara 3 susun ke atas dan tentu saja hal ini akan lebih efisien. Untuk bentuk kandang jangkrik umumnya berbentuk persegi panjang dengan bahan dari kardus, triplek dan kayu papan. Namun, cara membuat kandang jangkrik ini tentu dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan selera masing-masing.

2. Persiapan bibit jangkrik
Persiapan bibit jangkrik untuk jenis Gryllus mitratus dan Gryllus testaceus bisa didapatkan dengan cara membeli ditoko pakan yang khusus menyediakan pakan hidup. Untuk indukan bisa didapatkan dari hasil tangkapan di alam bebas. Namun jika sulit, setidaknya induk jantan saja tidak masalah, karena biasanya induk jantan yang didapatkan dari hasil tangkapan di alam bebas lebih agresif. Ciri-ciri calon induk jangkrik yang baik untuk digunakan adalah sebagai berikut :
  1. Sungut masih panjang, anggota badan masih lengkap dan berwana mengkilap serta mampu melompat cukup jauh dan sangat gesit.
  2. Jika jangkrik di pegan tidak mengeluarkan cairan dari mulut maupun duburnya.
  3. Derikannya sangat keras untuk induk jantan dan pada permukaan punggung bergelombang agak kasar.
  4. Induk betina terdapat ovipositor di bagian ekor, sehingga induk betina terdapat 3 ekor dimana pada bagian tengah merupakan ovipositornya. Hal ini lah yang dapat membedakan antara jenis jangrik betina dengan jangkrik jantan, jika jangkrik jantan hanya terdapat 2 ekor.
3. Mengawinkan jangkrik
Kondisi kandang untuk mengawinkan harus dibedakan dan dibuat seperti habitatnya dialam bebas dengan cara diolesi tanah liat, semen putih dan diberi dedaunan kering seperti daun pisang, daun jati ataupun serutan kayu. Agar perkawinan dapat berlangsung maka jangkriknya harus berasal dari spesies yang sama dengan perbandingan 10:2 yang dimasukan dalam kandang perkawinan.

Jika jangkrik jantan berderik secara terus menerus berarti dalam proses masa perkawinan. Setelah jangkrik betina dibuahi siapkan bak berisi pasir ataupun tanah untuk meletakan telurnya. Selama masa perkawinan sediakan pakan yang cukup, pakannya dapat berupa kangkung, bayam, kubis, daun pepaya, sawi dan jenis sayuran hijau lainnya.

Berdasarkan pengalaman dari beberapa peternak jangkrik mengatakan jika ingin menghasilkan telur yang banyak dan berkualitas selama masa perkawinan dapat diberikan pakan ramuan khusus seperti tepung ikan, bekatul dan kuning telur bebek yang sudah direbus dan dihaluskan serta beberapa vitamin. Apakah hal tersebut efektif ? silahkan bisa dicoba.

4. Menetaskan telur jangkrik
Telur jangkrik dari marga Gryllus bentuknya silindris berwarna kuning muda bening segar dan panjangnya rata-rata 2,5-3 mm, setelah satu hari kemudian warna telur akan berubah menjadi kuning tua cerah disertai garis-garis halus berwarna abu-abu. Telur jangkrik sangat kuat dan liat sehingga tidak akan pecah saat di tekan, telur ini akan pecah apabila hanya dengan cara ditusuk. Telur jangkrik terdapat tonjolan yang disebut operculum. Nah, tonjolan inilah yang merupakan jalan keluarnya nimfa dari dalam telur.

Ciri-ciri telur jangkrik yang tidak dapat menetas adalah berwarna kuning gelap dengan permukaan keriput. Lantas kenapa telur jangkrik tidak bisa menetas ? ada beberapa kemungkinan yang dapat mempengaruhi telur jangkrik tersebut tidak bisa menetas diantaranya adalah sebagai barikut :
  1. Telur terserang penyakit dan parasit
  2. Telur tidak terbuahi oleh jangkrik jantan
  3. Kondisi lingkungan tidak mendukung contohnya seperti tidak adanya tempat sebagai peletakan telur dan kelembapannya tidak tercukupi.
Baca Juga: Cara Menetaskan Telur Jangkrik dengan Mudah
Telur jangkrik umumnya akan menetas setelah 7 sampai 10 hari dari masa perkawinan. Maksimal 5 hari setelah induk betina bertelur. Untuk menghindari jangkrik betina memakan telurnya sendiri, telur tersebut harus dipindahkan kedalam kandang khusus penetasan telur.

5. Pemberian pakan
Pemberian pakan jangkrik yang baru menetas kira-kira masih berumur 1-10 hari deberikan pakan ayam voor yang terbuat dari beras merah, kacang kedelai serta jagung yang telah dihaluskan sebelumnya, setelah jangkrik berumur lebih dari 10 hari dapat diberi pakan berupa sayuran dan jagung muda, untuk selanjutnya diberikan pakan tambahan berupa ubi dan mentimun secara berkala.

Baca Juga : Pakan Jangkrik Yang Bagus Untuk Mempercepat Pertumbuhan

6. Pemeliharaan kandang jangkrik
Pemeliharaan kandang jangkrik sangat penting supaya kondisi kandang tetap bersih dan higienis dan terhindar dari gangguan lain seperti hama yang dapat menghambat produktifitas budidaya beternak jangkrik. perhatikan kelembapan kandang serta ketersediaan pakan. Sebab apabila ketersediaan pakan tidak terpenuhi jangkrik akan saling memangsa satu sama lain (kanibal). Pakan yang tersisa dibuang jangan biarkan pakan tersebut membusuk di dalam kandang jangkrik. Pada setiap kaki-kaki kandang jangkrik diberikan mangkuk ataupun kaleng yang berisi cairan dapat berupa air, minyak tanah, oli ataupun jenis cairan lainnya supaya terhindar dari serangan hama dan mencegah masuknya hama kedalam kandang.

7. Pemanenan Jangkrik
Terdapat 2 tahapan dalam proses pemanenan budidaya beternak jangkrik yakni panen telur dan panen jangkrik dewasa. Kedua tahapan pemanenan tersebut umumnya sama-sama saling menguntungkan karena sama-sama saling memiliki harga jual yang cukup tinggi. Pasar pada kegiatan pemanenan telur adalah para peternak budidaya jangkrik pembesaran. Sedangkan, pasar pada kegiatan pemanenan jangkrik dewasa adalah para pecinta burung bekicau dan pemelihara ikan. Bahkan mampu untuk menembus pasar ekspor. Pemanenan ini dapat dilakukan setelah umur jangkrik mencapai kurang lebih sekitar 30 hari setelah telur sudah menetas.

Post a Comment for "Bisnis Usaha Budidaya Beternak Jangkrik"