Cara Budidaya Jamur Tiram di Rumah Untuk Pemula
Cara budidaya jamur tiram di rumah untuk pemula, - Budidaya jamur tiram merupakan sebuah peluang bisnis yang sangat menggiurkan. Pasalnya, tak sedikit masyarakat yang sudah mengenal akan kelezatan jamur tiram. Jamur yang memiliki rasa yang enak seperti danging ini semakin banyak digemari oleh masyarakat dan permintaanya dari waktu ke waktu pun terus meningkat.
Saat ini, jamur dikenal luas sebagai bahan makanan pengganti sumber protein yang semakin mahal seperti daging sapi dan daging ayam. Selain itu, jamur tiram juga memiliki segundang khasiat yang bermanfaat bagi kesehatan seperti antioksidan, antitumor, antikanker, menurunkan kolesterol, obat anemia, obat liver, diabetes dll.
Potensi inilah yang mendorong sebagian besar masyarakat di tanah air untuk mulai menekuni bisnis usaha budidaya jamur tiram sebagai alternatif peluang usaha yang cukup menjanjikan. Budidaya jamur tiram memiliki beberapa keunggulan diantaranya adalah sebagai berikut :
7. Pemanenan budidaya jamur tiram
Saat ini, jamur dikenal luas sebagai bahan makanan pengganti sumber protein yang semakin mahal seperti daging sapi dan daging ayam. Selain itu, jamur tiram juga memiliki segundang khasiat yang bermanfaat bagi kesehatan seperti antioksidan, antitumor, antikanker, menurunkan kolesterol, obat anemia, obat liver, diabetes dll.
Potensi inilah yang mendorong sebagian besar masyarakat di tanah air untuk mulai menekuni bisnis usaha budidaya jamur tiram sebagai alternatif peluang usaha yang cukup menjanjikan. Budidaya jamur tiram memiliki beberapa keunggulan diantaranya adalah sebagai berikut :
- Budidayanya cukup mudah dan fleksibel bisa dijalankan dalam skala rumah tangga atau kecil, menengah, dan bahkan dengan teknologi modern.
- bersifat mandiri, maksudnya bahan baku yang disediakan tidak tergantung pada pelaku prodesen lain, namun cukup hanya dengan memanfaatkan limbah disekitar rumah seperti serbuk gergaji, sekam padi, ampas tebu dll.
- Jika dibandingkan dengan jenis budidaya yang lain jamur tiram memiliki waktu masa panen yang singkat yaitu dalam waktu sekitar 6 minggu sudah dapat memetik hasil.
- Tidak membutuhkan biaya pakan obat-obatan dan pupuk.
- Tenaga kerja yang sedikit sehingga hasil bisa maksimal.
- Sedikit limbah, limbah baglog dapat dimanfaatkan sebagai kompos.
Baca Juga : Prospek Peluang Bisnis Usaha Budidaya Jamur Tiram
Oleh sebab itu, budidaya jamur tiram merupakan salah satu bisnis usaha yang ramah lingkungan serta bisa dilakukan oleh semua lapisan masyarakat. Untuk memproduksi jamur tiram tentu harus tersedia bibit jamur karena salah satu keberhasilan dalam budidaya jamur tiram adalah tersedianya bibit jamur yang berkualitas bagus.
Cara Budidaya Jamur Tiram
Berikut ini sekilas info dari Kabar Budidaya mengenai cara budidaya jamur tiram di rumah untuk pemula. Langkah pertama untuk budidaya jamur tiram adalah sebagai berikut :
1. Menentukan lokasi pembuatan kumbung jamur tiram
Sebelum memulai usaha budidaya jamur tiram ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan secara matang. Sebab faktor-faktor ini akan menentukan keberhasilan dalam usaha budidaya jamur tiram, khususnya mengenai lokasi pembuatan kumbung untuk tumhuh dan berkembangbiaknya jamur tiram. Menentukan lokasi pembuatan kumbung jamur tiram yang cukup baik dan ideal adalah sebagai berikut :
Rumah kumbung adalah sebagai tempat untuk membudidayakan jamur tiram, Usahakan untuk membuat rumah kumbung tepatnya pada bagian dinding, atap, dan lantai terbuat dari bahan-bahan yang dapat menahan panas. Misalkan seperti bambu untuk anyaman pada bagian dinding, alang-alang atau rumbia untuk atap dan semen untuk lantainya.
Untuk mengatur sirkulasi udara pada rumah kumbung jamur tiram, buatlah jendela pada bagian sisi kanan dan kiri yang dapat dibuka dan ditutup kembali dengan ukuran yang telah sesuaikan. Pasanglah kasa untuk menghalau serangga seperti lalat dan nyamuk yang dapat menjadi hama pengganggu bagi pertumbuhan jamur tiram. Pada lantai rumah kumbung dibuat lebih tinggi dari area sekitar, hal ini bertujuan untuk menghindari kemungkinan terjadinya banjir. Ukuran rumah kumbung tentu dapat disesuaikan dengan luasnya lahan yang tersedia.
Pada bagian ketinggian rak rumah kumbung sebagai tempat untuk meletakan media baglog berjarak antara 50 cm dimana untuk rak pertama berjarak 30 cm dari lantai kemudian untuk rak ke dua berjarak 50 cm dan seterusnya hingga tersesun 4-5 rak keatas. Untuk deretan-deretan pada setiap rak diberikan jarak 1 m untuk memberikan celah jalan yang dapat mempermudah dalam perawatan serta pemanenan.
Setelah proses pembuatan rumah kumbung selesai perlu disemprot dengan menggunakan desinfektan sebanyak 2% keseluruh ruangan kumbung. Hal ini bertujuan untuk membunuh bakteri atau mikroorganisme yang mungkin ada didalam rumah kumbung sehingga pertumbuhan jamur tiram tidak akan terganggu. Jika seluruh ruangan rumah kumbung sudah disemprot kemudian dibiarkan kurang lebih selama 2 hari untuk menghilangkan sisa-sisa desinfektan. Setelah itu rumah kumbung siap untuk digunakan.
3. Mempersiapkan bibit jamur tiram
Bagi yang ingin menggeluti bisnis usaha budidaya jamur tiram skala rumah tangga, ada baiknya jika membeli bibit jamur yang sudah siap pakai atau biasa disebut juga dengan bibit f2. Akantetapi jika ada yang berencana membuka perusahaan jamur skala industri atau besar bisa membiakan bibit murni untuk mendapatkan bibit jamur f1.
4. Mempersiapkan media tanam jamur tiram
Media tanam yang biasa disebut dengan baglog dapat dibuat dengan mudah, dalam membuat media tanam yang akan digunakan untuk menanam jamur tiram ini bahan-bahan yang harus dipersiapkan adalah sebagai berikut :
1. Menentukan lokasi pembuatan kumbung jamur tiram
Sebelum memulai usaha budidaya jamur tiram ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan secara matang. Sebab faktor-faktor ini akan menentukan keberhasilan dalam usaha budidaya jamur tiram, khususnya mengenai lokasi pembuatan kumbung untuk tumhuh dan berkembangbiaknya jamur tiram. Menentukan lokasi pembuatan kumbung jamur tiram yang cukup baik dan ideal adalah sebagai berikut :
- Lingkungan sekitar budidaya harus terdapat banyak pohon. Sebab, pohon-pohon ini akan membuat suhu dan kelembapan lebih terjaga.
- Suhu yang ideal untuk pertumbuhan miselium dan tumbuh buah jamur antara 22-28 derajat. Sedangkan untuk tingkat kelembapan yang dibutuhkan adalah 80-90%.
- Tersedianya sumber air yang baik. air yang baik tentunya dengan kadar pH yang normal yaitu antara 5-7.
- Akses jalah harus dipertimbangkan karena akses jalan ini digunakan untuk keluar masuknya kendaraan dalam pemasaran jamur tiram
- Luas lahan yang dimiliki juga perlu dipertimbangkan untuk skala usaha budidaya jamur. Sebab, lahan tersebut akan dipergunakan untuk membangun gudang, ruang sterilisasi, inkubasi, inokulasi dan ruang produksi.
- Perhatikan ketinggian lahan, lahan yang ideal untuk budidaya jamur tiram adalah 300-1.200 m dpl.
- Dan yang terpenting adalah lokasi harus jauh dari sumber pencemaran lingkungan.
Rumah kumbung adalah sebagai tempat untuk membudidayakan jamur tiram, Usahakan untuk membuat rumah kumbung tepatnya pada bagian dinding, atap, dan lantai terbuat dari bahan-bahan yang dapat menahan panas. Misalkan seperti bambu untuk anyaman pada bagian dinding, alang-alang atau rumbia untuk atap dan semen untuk lantainya.
Untuk mengatur sirkulasi udara pada rumah kumbung jamur tiram, buatlah jendela pada bagian sisi kanan dan kiri yang dapat dibuka dan ditutup kembali dengan ukuran yang telah sesuaikan. Pasanglah kasa untuk menghalau serangga seperti lalat dan nyamuk yang dapat menjadi hama pengganggu bagi pertumbuhan jamur tiram. Pada lantai rumah kumbung dibuat lebih tinggi dari area sekitar, hal ini bertujuan untuk menghindari kemungkinan terjadinya banjir. Ukuran rumah kumbung tentu dapat disesuaikan dengan luasnya lahan yang tersedia.
Pada bagian ketinggian rak rumah kumbung sebagai tempat untuk meletakan media baglog berjarak antara 50 cm dimana untuk rak pertama berjarak 30 cm dari lantai kemudian untuk rak ke dua berjarak 50 cm dan seterusnya hingga tersesun 4-5 rak keatas. Untuk deretan-deretan pada setiap rak diberikan jarak 1 m untuk memberikan celah jalan yang dapat mempermudah dalam perawatan serta pemanenan.
Setelah proses pembuatan rumah kumbung selesai perlu disemprot dengan menggunakan desinfektan sebanyak 2% keseluruh ruangan kumbung. Hal ini bertujuan untuk membunuh bakteri atau mikroorganisme yang mungkin ada didalam rumah kumbung sehingga pertumbuhan jamur tiram tidak akan terganggu. Jika seluruh ruangan rumah kumbung sudah disemprot kemudian dibiarkan kurang lebih selama 2 hari untuk menghilangkan sisa-sisa desinfektan. Setelah itu rumah kumbung siap untuk digunakan.
3. Mempersiapkan bibit jamur tiram
Bagi yang ingin menggeluti bisnis usaha budidaya jamur tiram skala rumah tangga, ada baiknya jika membeli bibit jamur yang sudah siap pakai atau biasa disebut juga dengan bibit f2. Akantetapi jika ada yang berencana membuka perusahaan jamur skala industri atau besar bisa membiakan bibit murni untuk mendapatkan bibit jamur f1.
Baca Juga : Cara Membuat Bibit Jamur Tiram Sendiri
4. Mempersiapkan media tanam jamur tiram
Media tanam yang biasa disebut dengan baglog dapat dibuat dengan mudah, dalam membuat media tanam yang akan digunakan untuk menanam jamur tiram ini bahan-bahan yang harus dipersiapkan adalah sebagai berikut :
Bahan yang dibutuhkan untuk membuat 100 kg media :
- Serbuk gergaji kayu 79 kg
- Dedak 15 kg
- Jagung giling 2 kg
- Kapur 2 kg
- Gips 2 kg.
Cara membuat media tanam jamur tiram :
- Campurkan semua bahan dan diaduk hingga merata
- Kemudian di tambah air hingga sekiranya kadar air cukup
- Setelah itu, media tersebut siap untuk dikomposkan dengan cara ditutup terpal kurang lebih sekitar 5 hari.
- Media yang telah dikomposkan dimasukkan kedalam plastik PP yang berukuran 18 cm x 35 cm dengan ketebalan 0,5 mm.
- Setelah itu, dipadatkan dengan cara dibenturkan dilantai atau dipukul dengan menggunakan botol bekas hingga plastik menyerupai baglog.
- Selanjutnya, bagian atas plastik diikat dengan menggunakan tali rafia.
- Setelah selesai, tahap selanjutnya adalah sterilisasi media.
Sterilisasi Media Baglog
Proses ini dilakukan dengan cara menguapi media baglog, cara strerilisasi ini dapat menggunakan oven besar ataupun dengan cara yang sederhana yaitu dengan menggunakan drum-drum bekas yang telah disesuaikan. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan.
- Siapkan drum bekas dengan jumlah yang disesuaikan
- Isi drum dengan air dengan ketinggian 10 cm
- Berikan sarangan berupa kayu
- Susun media baglog kedalam drum hingga penuh dan tertata rapi.
- Tutup drum dengan menggunakan plstik rapat rapat dan berikan 1 lubang kecil dengan menggunakan bambu sebagai keluarnya udara. Hal ini bertujuan untuk menghindari plastiknya pecah.
- Setelah itu, drum siap dipanaskan dengan menggunakan tungku semawar.
- Untuk bahan bakar dapat menggunakan gas Elpiji ukuran 3kg hingga habis untuk 1 drum.
Proses Inokulasi/Pembibitan
Setelah proses sterilisasi media baglog selesai, proses selanjutnya adalah proses inokulasi atau proses pembibitan. Proses ini bisa disebut juga dengan memindahkan sebagian kecil bibit jamur f2 ke dalam media produksi f3. Berikut ini adalah proses inokulasinya :
- Baglog yang telah disterilisasi diletakan dalam ruangan inokulasi. Pada proses ini hal yang perlu diperhatikan adalah baglog jangan ditumpuk terlalu tinggi, cukup hanya dengan 3 tumpuk saja.
- Ruang inokulasi harus bersih, rapat dan jangan sampai ada udara yang bisa masuk.
Sebelum menanamkan bibit jamur f2 kedalam baglog, perlu dilakukan sterilisasi bibit jamur agar terhindar dari organisme lain yang dapat menggangu laju pertumbuhan miselium dengan cara sebagai berikut :
- Semprotkan alkohol 70% pada kedua telapak tangan, botol bibit dan peralatan-peralatan lainnya.
- Setelah selesai, masukkan bibit f2 kedalam baglog sebanyak kurang lebih 4-5 sendok.
- Tutup baglog dengan menggunakan kapas dan diikat dengan menggunakan karet gelang.
Proses Inkubasi/ Pertumbuhan
Media yang telah selesai diinokulasi selanjutnya siap dipindahkan ke ruang inkubasi atau ruang pertumbuhan selama 40 hari. Dengan suhu ruangan 25-30 derajat C. Pada prinsipnya ruang inkubasi adalah ruang pertumbuhan jamur tiram, jika bagus miselia jamur tiram akan tumbuh pada media produksi dan merambat kebawah kemudia media baglog akan berubah warna menjadi putih yang dipenuhi dengan miselia jamur tiram.
Setelah polybag berwarna putih secara keseluruhan yaitu sekitar umur 6 minggu, maka baglog dapat dibuka dengan cara melepaskan karet dan kapas. Tahap selanjutnya media baglog bisa dipindahkan kedalam rumah kumbung jamur tiram yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Pada rumah kumbung jika sudah terlihat cikal bakal buah jamur tiram telah muncul maka selama 3 hari kemudian jamur tiram sudah dapat dipanen.
5. Perawatan dan pemeliharaan jamur tiram
Perawatan ataupun pemeliharaan adalah proses penumbuhan miselium hingga tumbuh jamur. Agar menghasilkan jamur tiram yang berkualitas bagus harus memperhatikan faktor kelembapan serta serangan hama dan penyakit. Jamur tiram umumnya akan tumbuh sempurna dalam suhu dan kelembapan yang terjaga, suhu yang baik dan ideal untuk pertumbuhan jamur tiram adalah 22-28 derajat C dengan kelembapan antara 80-90%.
Untuk mengetauhi tingkat kelembapan dan suhu ruangan dapat menggunakan thermohygrometer yang diletakan didalam rumah kumbung. Cek ketika hendak melakukan penyiraman dan pengabutan dengan menggunakan air bersih atau air tanah. Alat yang digunakan sprayer 12 liter untuk menyemprot dimana air yang keluar seperti kabut atau uap dan bukan butiran air yang besar. Prosedur langkahnya adalah sebagai berikut :
Proses kegiatan ini bertujuan untuk mengkondisikan media tumbuh dan tumbuh buah bebas dari organism penggangu dengan tujuan untuk menghindari terjadinya kegagalan dalam pemanenan yang disebabkan oleh serangan hama dan penyakit.
Hama adalah binatang yang merugikan dan mengganggu pertumbuhan jamur. Biasanya tidaklah tampak karena ia berada didalam baglog. Sedangkan hama bagi jamur tiram adalah tungau, rayap, lalat, nyamuk dll. Hama-hama seperti lalat dan nyamuk tersebut biasanya dapat bertelur diatas jamur yang akan menggerogoti jamur.
5. Perawatan dan pemeliharaan jamur tiram
Perawatan ataupun pemeliharaan adalah proses penumbuhan miselium hingga tumbuh jamur. Agar menghasilkan jamur tiram yang berkualitas bagus harus memperhatikan faktor kelembapan serta serangan hama dan penyakit. Jamur tiram umumnya akan tumbuh sempurna dalam suhu dan kelembapan yang terjaga, suhu yang baik dan ideal untuk pertumbuhan jamur tiram adalah 22-28 derajat C dengan kelembapan antara 80-90%.
Untuk mengetauhi tingkat kelembapan dan suhu ruangan dapat menggunakan thermohygrometer yang diletakan didalam rumah kumbung. Cek ketika hendak melakukan penyiraman dan pengabutan dengan menggunakan air bersih atau air tanah. Alat yang digunakan sprayer 12 liter untuk menyemprot dimana air yang keluar seperti kabut atau uap dan bukan butiran air yang besar. Prosedur langkahnya adalah sebagai berikut :
- Penyiraman atau pengabutan dilakukan setelah penyobekan baglog.
- Penyiraman dilakukan keseluruh ruangan seperti atap, dinding dan lantai.
- Untuk lantai dapat menggunakan alat lain dengan butiran air yang lebih besar.
- Setelah itu tutup semua bagian ventilasi untuk mempertahankan suhu dan kelembapannya.
- Penyiraman dilakukan minimal 1-2 kali sehari. Namun apabila cuacanya terlalu panas penyiraman dapat dilakukan sampai 4 kali dalam sehari, akantetapi jika di penghujan cukup 1-2 kali saja.
- Waktu penyiraman perlu melihat thermohygrometer, bila suhu naik dan kelembapan turun maka perlu dilakukan penyiraman.
- Pada saat jamur tiram sudah tumbuh usahakan jangan menyiram jamur. Sebab hal ini akan merusak pertumbuhannya. Cukup hanya dengan penyiram pada bagian dinding dan lantainya saja.
Proses kegiatan ini bertujuan untuk mengkondisikan media tumbuh dan tumbuh buah bebas dari organism penggangu dengan tujuan untuk menghindari terjadinya kegagalan dalam pemanenan yang disebabkan oleh serangan hama dan penyakit.
Hama adalah binatang yang merugikan dan mengganggu pertumbuhan jamur. Biasanya tidaklah tampak karena ia berada didalam baglog. Sedangkan hama bagi jamur tiram adalah tungau, rayap, lalat, nyamuk dll. Hama-hama seperti lalat dan nyamuk tersebut biasanya dapat bertelur diatas jamur yang akan menggerogoti jamur.
Baca Juga : Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Budidaya Jamur
7. Pemanenan budidaya jamur tiram
Cara pemanenan jamur tiram dapat dilakukan dengan cara memetik jamur beserta akarnya. Pada setiap media baglog yang ditumbuhi miselium ini umumnya dapat ditumbuhi jamur berkali-kali hingga mencapai 4-6 x panen dengan masa panen 2 hingga 3 bulan. Jamur tiram yang telah dipanen akarnya dibersihkan dengan cara dipotong dengan menggunakan pisau dan siap dikemas untuk dipasarkan.
Budidaya jamur tiram tidaklah sulit dan tidak diperlukan keahlian khusus, modal usahanya juga tidaklah terlalu besar. Bagaimana apakah tertarik untuk mencoba bisnis usaha budidaya jamur tiram ?

Post a Comment for "Cara Budidaya Jamur Tiram di Rumah Untuk Pemula"