Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
Blogger Jateng

Cara Budidaya Buah Naga | Kabar Budidaya

Cara Budidaya Buah Naga - Buah naga merupakan salah satu jenis tanaman kaktus yang begitu populer di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya bagi para pelaku bisnis usaha budidaya pertanian. pasalnya, tanaman buah naga memang sangat cocok sekali dengan kondisi iklim di Indonesia, sehingga tak sedikit seorang pemula mulai mencoba bisnis usaha budidaya buah naga.

Harga buah naga bisa terbilang memiliki harga yang cukup tinggi, bisa mencapai kurang lebih Rp 30.000 per Kg, dengan begitu, bisnis usaha budidaya buah naga merupakan salah satu peluang bisnis yang menggiurkan. Saat ini ada beberapa spesies tanaman buah naga yang dapat di budidayakan, berikut ini ada beberapa jenis jenis buah naga yang cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia, diantaranya yaitu sebagai berikut :
  1. Buah naga putih memilliki nama latin Hylocereus Undatus yang berkulit merah dengan daging berwarna putih
  2. Buah naga putih memiliki nama latin Hylocereus megelanthus yang berkulit kuning dengan daging berwarna putih
  3. Buah naga merah memiliki nama latin Hylocereus polyrhisus yang berkulit merah dengan daging berwarna merah
  4. Buah naga merah agak keunguan memiliki nama latin Hylocereus costaricensis memiliki kulit berwarna merah dengan daging berwarna merah keunguan.
Cara menanam buah naga untuk dibudidayakan dapat dilakukan di berbagai media, salah satunya adalah menanam buah naga dalam pot, hal tersebut tentu lebih praktis dan mudah. sehingga saat ini budidaya buah naga dalam pot menjadi lebih populer di kalangan para pelaku bisnis usaha budidaya masyarakat indonesia.

Berikut ini ada beberapa cara dari Kabar Budidaya untuk memulai bisnis usaha budidaya buah naga di rumah anda, baca juga :
Cara Budidaya Ikan Lele Kolam Terpal
Cara Budidaya Belut Dalam Drum
Cara Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula
Cara Beternak Kroto

Cara Budidaya Buah Naga


Tanaman buah naga sangat menyukai kondisi kering daripada kondisi basah dengan curah hujan rendah diantara 720 mm per tahun, namun sebenarnya tanaman buah naga juga dapat tumbuh pada curah hujan yang tinggi dianatara 1000 hingga 1300 mm per tahun, akan tetapi sangat rentan terserang penyakit busuk pada akar serta busuk pada batang, hal tersebut disebabkan karena tanaman buah naga tidak cukup mampu untuk bertahan dengan kondisi genangan air yang berlebihan.

Tanaman buah naga menyukai kondisi tanah yang gembur dan mengandung banyak bahan organik dan hara, pH tanah yang baik untuk tanaman buah naga berkisar antara 6-7. dengan begitu, jika pada kondisi pH tanah rendah ataupun masam akan membuat tanaman buah naga menjadi pendek dan rusak.

Dalam melakukan budidaya buah naga, ada baiknya jika pohon naga di tanam pada lahan terbuka, karena pohon naga membutuhkan penyinaran cahaya matahari, sehingga sirkulasi udara akan menjadi lebih baik bagi tanaman buah naga, udara yang bagus bagi pertumbuhan buah naga di antaranya 26 sampai 36 derajat C.

Panduan lengkap teknik budidaya buah naga


Berikut ini ada beberapa panduan lengkap teknik cara budidaya buah naga dari awal persiapan lahan hingga cara panen buah naga yang mungkin bisa anda coba serta di praktekkan di rumah anda. Langsung saja menuju langkah-langkahnya :

Cara budidaya buah naga
Gambar : Tiang Panjatan Budidaya Buah Naga

1. Pembuatan Tiang Untuk Tanaman Buah Naga

Pohon naga merupakan jenis tanaman yang merambat, sehingga dalam budidaya buah naga sangat dibutuhkan tiang untuk digunakan sebagai panjatan atau rambatan tanaman buah naga, tiang panjatan pada umumnya dibuat secara permanen dari beton berbentuk pilar ataupun silinder dengan diameter 10 sampai 15 cm, dengan tinggi 2 sampai 2,5 meter.

Agar tiang panjatan bisa kuat berdiri kokoh, tiang dapat ditanam sedalam 50 cm, kemudian, tepat pada bagian atas tiang panjatan diberi penopang berupa batang kayu ataupun besi dengan bentuk +, kemudian bisa ditambahkan ban motor bekas melingkari bentuk +

2. Pembersihan Lahan Budidaya Buah Naga

Hal ini tentu perlu untuk dilakukan agar lahan terlihat bersih dari sampah, semak dan gulma, dengan begitu, jika lahan tampak terlihat bersih tidak akan menggangu proses pertumbuhan dari tanaman buah naga.
Sehingga pertumbuhan pohon naga tidak akan terhambat serta bisa menghasilkan buah yang optimal.

3. Pengolahan Lahan Budidaya Buah Naga

Setelah sekiranya lahan sudah bersih, kemudian dapat membuat lubang untuk menanam buah naga dengan ukuran 60x69 cm dengan kedalaman sekitar 25 cm, untuk posisi tiang panjat tepat berada pada tengah-tengah lubang tersebut.

Untuk menambah porositas galian tanah dapat menambahkan campuran 10 kg pasir, serta tambahkan pula pupuk kompos ataupun pupuk kangdang sebanyak 10 sampai 20 kg, selain itu juga dapat di tambah lagi dengan dolomit ataupun kapur pertanian sebanyak 300 gram.

Hal tersebut bertujuan guna untuk memenuhi kebutuhan kalsium pada tanaman buah naga, setelah itu, aduk semua bahan-bahan hingga merata, kemudian lubang tanam dapat ditimbun dengan media tanam tersebut, kemudian dapat disiram dengan air sampai basah namun jangan sampai menggenang air.

Setelah sekiranya 2 sampai 3 hari, beri pupuk TPS kira-kira 25 gram pada bagian tiang tepat mengitari tiang panjat, biarkan kembali kurang lebih selama 1 hari setelah itu lubang tanam siap untuk memulai menanam buah naga.

4. Persiapan Bibit Buah Naga

Bibit buah naga yang berkualitas tentu dapat bepengaruh terhadap suatu keberhasilan dalam bisnis usaha budidaya buah naga, dengan begitu, jika bibit buah naga sudah dipersiapkan dengan baik maka dapat menghasilkan tanaman buah naga yang sehat serta mampu memproduksi secara optimal. Berikut ini terdapat 2 cara untuk perbanyakan bibit buah naga, diantaraya adalah sebagai berikut :

Perbanyakan generatif yaitu dengan cara memperbanyak tanaman dari biji, sehingga benih biji diambil serta dikeluarkan dari buah naga pilihan. Cara ini tentu lebih menguntungkan, selain biaya yang murah serta dapat memperoleh bibit dengan jumlah banyak, karena 1 buah naga minimal terdapat 1000 biji. Namun, sepertinya cara ini kurang begitu populer karena bisa memakan waktu yang cukup lama serta agak sedikit sulit untuk membedakan kualitas benih karena ukuran biji yang begitu kecil serta memiliki tampilan yang sama.

Perbanyakan vegetative yaitu dengan cara memperbanyak tanaman dengan menggunakan bagian dari tanaman itu sendiri. cara ini relatif cukup banyak digunakan oleh para pelaku bisnis usaha budidaya buah naga karena lebih mudah serta pohon naga ataupun tanaman buah naga dapat dengan cepat bisa menghasilkan buah, selain itu, dapat dipastikan akan mendapatkan bibit yang berkualitas tinggi yang menurun pada anaknya. berikut langkah-langkah cara penyetekan buah naga :
  1. Penyetekkan dilakukan pada batang atau cabang tanaman buah naga yang pernah berbuah, setidaknya 3 sampai 4 kali. Guna agar hasil setek dapat memproduksi lebih cepat.
  2. Pilih Batang buah naga yang tua serta keras dan usahakan berdiameter 8 cm, kemudian berwarna hijau kelabu. Jika diameter batang semakin besar maka semakin baik, karena akan menjadi batang utama tanaman buah naga. Pemotongan dilakukan pada batang yang memiliki panjang 80 sampai 120 cm, namun jangan dipotong semua, sisakan sekitar kira-kira 20%, kemudian pada bagian 80% akan dijadikan sebagai calon bibit buah naga.
  3. Setelah itu, Potong batang calon bibit dengan panjang 20 sampai 30 cm. kemudian pada bagian ujung dipotong rata, dan pangkal bawah dipotong meruncing karena akan ditancapkan ke tanah, hal tersebut dapat berguna untuk merangsang pertumbuhan akar.
  4. Potongan stek setidaknya harus memiliki 4 mata tunas. Jangan memotong stek terlalu pendek, karena dapat memperlambat pohon naga berbuah.
  5. Setelah memotong batang stek biarkan terlebih dahulu hingga getahnya mengering, karena jika langsung ditanam dengan kondisi masih ada getahnya dapat menyebabkan busuk batang, selain itu untuk terhindar dari resiko serangan jamur batang, stek dapat dicelupkan pada larutan fungisida.
  6. Kemudian dapat menyiapkan polybag untuk memulai menanam stek-stek tersebut. 
  7. Setelah stek-stek tertanam, berikan naungan atau sungkup guna untuk melindungi stek tersebut, setelah itu lakukan penyiraman 2 hingga 3 hari sekali.
  8. Setelah sekiranya berumur kurang lebih 3 minggu,  tunas pertama akan tumbuh, dengan begitu naungan atau sungkup harus dibuka, guna agar bibit mendapatkan sinar cahaya matahari.
  9. Pemeliharaan bibit biasanya berlangsung sampai 3 bulan dengan memiliki tinggi berkisar antara 50 sampai 80 cm.

5. Penanaman Bibit Buah Naga

Cara menanam buah naga harus dilakukan ekstra hati-hati, karena jika penanaman tidak benar, maka dapat mengakibatkan bibit stress kemudian pertumbuhannya bisa terhambat.
hal yang perlu diperhatikan saat penanaman media dalam polybag, jangan sampai pecah karena dapat membuat bibit akan merasa kesuliatan dalam beradaptasi akibat kerusakan pada akar.

Dalam satu tiang panjatan setidaknya dibutuhkan 4 bibit tanaman buah naga, kemudian ditanam tepat mengitari tiang panjatan dengan jarak 10 cm antara bibit dengan tiang,
Pindahkan bibit dari polybag kemudian dapat menggali tanah dengan kedalaman dapat disesuaikan dengan ukuran bibit

Jika penanaman sudah selesai, bibit dapat diikat pada tiang panjatan, namun dalam pengikatan jangan sampai terlalu kencang supaya bisa memberi ruang gerak dan tidak menghambat pertumbuhan tanaman buah naga, selain itu juga tidak akan melukai batang.
pengikatan ini dapat dilakukan setiap tanaman buah naga menjulur sepanjang 20 sampai 30 cm.

6. Pemupukan Tanaman Buah Naga

Pada masa pertumbuhan tanaman buah naga, pupuk yang diperlukan harus mengandung unsur nitrogen, jangan sampai memakai pupuk urea, karena dapat mengakibatkan busuk pada bagian batang. Pemupukan dapat dilakukan 3 bulan sekali dengan menggunakan pupuk kompos atau pupuk kandang dengan 5 sampai 1- kg per lubang, setelah pohon naga mulai berbunga serta berbuah dapat diberikan pupuk tambahan dengan pupuk NPK dan ZK masing-masing 50 dan 20 gram per lubang, pupuk yang digunakan sebagai pupuk tambahan dapat berupa pupuk organik cair, pupuk hayati serta hormon perangsang buah guna untuk memaksimalkan hasil.

7. Penyiraman Pohon Naga

Penyiraman tanaman buah naga ataupun pohon naga dapat dilakukan penyiraman sebanyak 3 kali dalam sehari pada musim kering ataupun juga bisa disesuaikan dengan keadaan tanah, namun usahakan penyiraman jangan sampai menggenang air. Pada saat tanaman buah naga mulai berbunga serta berbuah penyiraman dapat dikurangi atau di hentikan, hal tersebut bertujuan untuk menghambat pertumbuhan tunas baru, sehingga pertumbuhan pada buah akan lebih maksimal.

8. Pemangkasan Tanaman Buah Naga

Hal  yang harus diperhatikan dalam pemangkasan tanaman buah naga yaitu dari bentuk tanaman itu sendiri, pada umumnya tanaman buah naga akan tumbuh secara tidak teratur, sehingga akan membuat pohon naga menjadi rimbun, dengan begitu perlu untuk dilakukan pemangkasan, upayakan dalam pemangkasan tunas-tunas yang dipilih dapat membentuk pohon naga yang baik.

9.  Penyulaman Tanaman Buah Naga

Penyulaman perlu dilakukan setelah berumur 7 hari dari tanam hingga tanaman buah naga berumur 2 bulan guna untuk mengganti tanaman yang mati disebabkan oleh serangan hama penyakit, dengan begitu tanaman buah naga dapat memproduksi secara optimal serta efisiensi lahan tetap tinggi.

10.  Seleksi Bunga Serta Buah Naga

Seleksi bunga pada pohon naga juga perlu dilakukan, seleksi tersebut dilakukan pada saat bunga masih kecil, sehingga nutrisi tidak digunakan sebagai perkembangan bunga yang dibuang, tanaman buah naga yang sudah mulai berbunga dapat dilihat dari munculnya bunga pada cabang produktif, pilih 5 sampai 6 bunga yang berukuran besar, berwarna cerah, sehat serta memiliki jarak antara 30 cm bunga 1 dengan yang lainnya.

11.  Sanitasi Kebun Buah Naga

Sanitasi kebun buah naga perlu dilakukan guna untuk membersihkan kebun dari tumbuhan serta gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan buah naga akibat perebutan unsur hara antara buah naga dengan gulma, selain itu juga dapat mencegah penyebaran hama penyakit, serta dapat menjaga kelembaban tempat budidaya buah naga.

12. Pemanenan Budidaya Buah Naga

Waktu pemanenan budidaya buah naga dapat dilakukan pada jam 6 sampai 9 pagi hari ataupun pada saat sore hari yaitu jam 3 sampai jam 5, usahakan waktu pemanenan buah naga dilakukan pada saat cuaca cerah, karena jika dilakukan pemanenan pada saat hujan akan membuat kondisi menjadi lembab yang dapat memicu serangan patogen pada saat penyimpanan.
Berikut ini ada beberapa ciri ciri buah naga yang sudah siap panen diantaranya adalah :
  1. Umur buah naga sudah mencapai 50 sampai 55 hari dari sejak pertama munculnya buah naga.
  2. Kulit buah naga berwarna mengkilat serta sisiknya berubah.
  3. Mahkota buah naga tampak mengecil
  4. Pada pangkal buah naga tampak kering serta keriput.

Terakhir Cara Pemanenan

Berikut ini ada beberapa cara panen buah naga dengan baik dan benar, sehingga kualitas buah naga tetap terjaga :
  1. Gunakan sarung tangan supaya tidak melukai kulit buah naga, selain itu juga dapat dijadikan sebagai pelindung tangan dari duri-duri tajam tanaman buah naga.
  2. Gunakan gunting khusus untuk memotong tangkai buah.
  3. Pemotongan buah naga tepat pada tangkainya, harap lakukan dengan hati-hati jangan sampai menggores kulit buah naga atau percabangan tempat buah.
  4. Buah naga yang telah dipanen kemudian dibungkus dengan koran, setelah itu diletakkan pada keranjang dengan posisi tangkai buah berada dibawah, jangan lupa untuk memberi koran pada keranjang.
  5. Setiap susunan buah naga dilapisi dengan koran guna untuk mengurangi tekanan buah pada lapisan atasnya.
  6. Tinggi susunan buah tidak lebih dari 3 lapis, sehingga buah naga yang berada di bawah tidak mendapatkan beban yang terlalu berat.
Sekian terimakasih semoga dapat bermanfaat mengenai Cara Budidaya Buah Naga

Post a Comment for "Cara Budidaya Buah Naga | Kabar Budidaya"