Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
Blogger Jateng

Panduan Lengkap Cara Budidaya Buah Naga

Panduan Lengkap Cara Budidaya Buah Naga, - Bisa dikatakan Buah naga ialah salah satu jenis buah yang digemari oleh banyak orang. Wajar saja, hal ini disebabkan karena khasiat yang terdapat pada buah ini dipercaya mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit serta bisa meningkatkan kekebalan daya tahan tubuh dan tentunya masih banyak lagi yang lainnya.

Oleh karena itu, permintaan pasar terhadap ketersediaan buah naga terus meningkat. Sehingga hal tersebut selakyaknya dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang bisnis usaha budidaya buah naga. Tak perlu menyediakan lahan yang luas, cukup hanya memanfaatkan pekarangan rumah, bisnis usaha budidaya buah naga dapat dijalankan. Bahkan saat ini, tak sedikit sebagian orang melakukan bisnis usaha budidaya buah naga dalam pot.

Jenis jenis buah naga yang cukup populer serta banyak dibudidayakan oleh para petani diantaranya adalah :
  1. Buah naga berkulit merah serta daging buah berwarna putih
  2. Buah naga berkulit merah dengan daging buah berwarna merah
  3. Buah naga berkulit merah dengan daging buah berwarna merah pekat keunguan
  4. Buah naga berkulit kuning dengan daging buah berwarna putih
Jika ingin mendapatkan hasil buah naga yang berkualitas dapat melakukan budidaya buah naga secara organik, keuntungan lain dari teknik budidaya buah naga secara organik ini adalah mampu menghasilkan buah yang sehat tanpa adanya residu bahan kimia yang mungkin dapat membahayakan tubuh bagi yang mengkonsumsinya.

Ditambah lagi, penggunaan bahan organik juga mampu menambah tingkat kesuburan tanah, dengan begitu lahan tersebut dapat digunakan untuk budidaya yang berkelanjutan. Namun sangat disayangkan, sampai saat ini tak sedikit masyarakat ditanah air masih menerapkan pola budidaya buah naga dengan penggunaan beragam bahan kimia mulai dari pemupukan buah naga serta penggunaan pestisida.

Pemupukan buah naga dengan menggunakan bahan kimia secara berlebihan yang tidak diimbangi dengan pemberian pupuk organik akan berdampak pada tingkat kesuburan tanah dalam jangka waktu tertentu.

Lalu bagaimana cara budidaya buah naga ? berikut sekilas Info Kabar Budidaya akan berbagi mengenai cara budidaya buah naga secara lengkap.
Panduan Lengkap Cara Budidaya Buah Naga
Kebun Budidaya Buah Naga

Syarat Pertumbuhan Buah Naga


Syarat pertumbuhan tanaman buah naga tak jauh berbeda dengan tanaman kaktus alias tanaman gurun pasir yang lain. Karena berasal dari wilayah gurun pasir yang cukup panas serta kering maka buah naga mampu tumbuh cukup baik pada dataran rendah hingga menengah.

Tanaman buah naga lebih suka pada kondisi tanah kering daripada kondisi tanah basah dengan curah hujan cukup rendah yakni 720 mm/tahun.Namun sebenarnya buah naga juga dapat tumbuh pada curah hujan tinggi antara 1.000-1.300 mm/tahun, tetapi buah naga akan rentang terserang penyakit busuk akar serta busuk batang. Hal ini dikarenakan tanaman buah naga tidak tahan terhadap genangan air.

Tanaman buah naga sangat membutuhkan penyinaran cahaya matahari. Oleh karena itu, lokasi penanaman buah naga harus dilakukan pada lahan terbuka. Lahan terbuka mampu memberikan sirkulasi udara yang baik untuk pertumbuhan tanaman buah naga.

Teknik Cara Budidaya Buah Naga


A. Persiapan lahan budidaya buah naga
Persiapan lahan untuk budidaya buah naga ini diantaranya adalah pemasangan tiang panjatan, pengolahan lahan, serta pembersihan lahan. Buah naga adalah jenis tanaman merambat sehingga membutuhkan tiang panjatan yang berguna untuk menopang pertumbuhan batang serta cabang-cabangnya.

Bentuk tiang panjatan pada budidaya buah naga sangat beragam diantaranya adalah bentuk kelompok, bentuk tunggal atau pagar. Tiang panjatan tersebut harus kuat serta mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama karena umur tanaman buah naga cukup panjang.

B. Pembersihan lahan budidaya buah naga
Lahan yang digunakan untuk budidaya buah naga harus dibersihkan dari gulma, semak belukar serta sampah. Semak dan pohon kecil yang terlihat harus dipotong sampai pangkalnya alias dicabut agar tidak tumbuh lagi.

C. Pengolahan lahan dan pemupukan dasar
Jika lahan sudah bersih kemudian lakukan pencangkulan pada area penanaman buah naga, pencangkulan ini bertujuan supaya tanah bisa tercampur antara tanah dalam dan luar, dengan begitu penyebaran humus alias bahan organik bisa rata ke seluruh lapisan tanah. Sehingga, tanah akan jadi lebih gembur dan tentunya akan jadi lebih subur, karena akar tanaman buah naga bisa menyerap unsur hara dengan baik.

Jika pH tanah pada lahan untuk menanam buah naga berkisar antara < 6 perlu dilakukan pengapuran dengan dosis sebanyak 1,2 ton per ha, dengan cara ditaburkan secara merata pada seluruh area. Pada tahap pembuatan lubang tanam dapat disesuaikan dengan model tiang panjatan yang akan digunakan.

Sekiranya sudah satu minggu, lakukan pemupukan menggunakan Pupuk Organik Nasa dengan dosis 3 kg dan ditaburkan pada sekitar lubang tanam. bila perlu ditambah lagi dengan penggunaan agensia hayati, seperti pupuk kandang yang sudah difermentasi selama 2 minggu serta Natural Glio..

D. Persiapan pembibitan tanaman buah naga
Persiapan bibit buah naga yang berkualitas sangat berpengaruh terhadap suatu keberhasilan dalam bisnis usaha budidaya buah naga. jika persiapan bibit dilakukan dengan baik maka akan menghasilkan tanaman yang sehat dan buah yang berkualitas. Julmah persiapan bibit bergantung dari sistem budidaya yang digunakan. terdapat 2 cara perbanyakan bibit yang bisa dilakukan yaitu :
  1. Perbanyakan bibi buah naga secara generatif
  2. Perbanyakan bibit buah naga secara vegetatif
Perbanyaan geratif tentu lebih menguntungkan karena akan memperoleh bibit yang cukup banyak dan biayanya cukup murah, karena perbanyakan cara ini adalah dengan menggunakan biji buah naga. Dan untuk perbanyakan vegetatif membutuhkan biaya yang cukup besar, namun keberhasilannya bisa terjamin. Teknik perbanyakan ini yaitu dengan cara menggunakan bagian dari tanaman itu sendiri.

E. Penanaman bibit buah naga
Pada tahap penanaman, cara menanam buah naga harus dilakukan ekstra hati hati karena jika salah sedikit akan berdampak pada bibit yakni stres sehingga pertumbuhannya akan terhambat. Penanaman bibit buah naga idealnya sedalam 20% dari panjang bibit itu sendiri. karena jika penanaman dilakukan terlalu dalam akan mudah terserang penyakit busuk batang.

F.  Perawatan tanaman buah naga
Cara merawat tanaman buah naga harus dilakukan secara teratur karena perawatan adalah foktor terpenting dalam budidaya buah naga. Perawatan ini meliputi pengairan, penyulaman, pengikatan batang alias cabang, pemupukan susulan, pemangkasan, seleksi buah, sanitasi kebun dan pengendaliah hama serta penyakit tanaman buah naga.

Pada pemupukan susulan dapat menggunakan Pupuk Organik Nasa POC Nasa ditambah Supernasa dan Hormonik yang dicampur dengan 50% pipuk kimia. Jika sudah berbuah Berikan Power Nutrition agar dapat panen cepat tanpa meragukan kualitanya. Untuk pengendalian hama gunakan pestisida organik Nasa Pestona, BVR, aero 810.

G.  Pengairan tanaman buah naga
Buah naga adalah jenis tanaman kaktus yang tahan terhadap kekeringan sehingga tidak membutuhkan irigasi khusus. Namun buah naga tetap membutuhkan air yang cukup selama masa pertumbuhannya. Oleh karena itu penyiraman harus tetap dilakukan supaya tidak layu dan mudah bertunas, penyiraman ini dilakukan 1 minggu sekali hingga berumur 6 bulan, akan tetapi jika kondisi tanah terlalu kering, penyiraman bisa dilakukan 2-4 hari sekali pada fase vegetatif.

Jika pada fase generatif setelah bunga dan buahnya muncul, penyiraman dapat dilakukan 10-14 hari sekali, kekurangan air pada fases ini akan berdampak pada kerontokan bunga serta bentuk buahnya tidak sempurna. Waktu penyiraman yang tepat adalah pagi hari.

H.  Penyulaman tanaman buah naga
Kegiatan penyulaman tanaman buah nag bertujuan untuk mengganti tanaman yang mati karena serangan hama dan penyakit, sehingga tanaman buah naga mampu memproduksi secara optimal serta efisiensi lahan tetap tinggi. Waktu penyulaman dilakukan setelah tanam berumur 7 hari singga tanaman berumur 2 bulan.

I.  Pengikatan batang cabang buah naga
Pengikatan batang cabang harus diatur serapi mungkin supaya pertumbuhannya lebih cepat. Batang cabang diikat pada tiang panjatan setiap 20-25 cm, pengikatan tersebut dapat menggunakan tali dan diikatkan berbentuk angka 8. Namun perlu diingat, jangan melakukan pengikatan yang terlalu kencang karena dapat melukai batang.

J. Pemangkasan Tanaman Buah Naga
Pemangkasan tanaman buah naga ini bertujuan untuk membentuk pohon naga yang baik. Selain itu, berguna untuk membuah tanaman yang tidak produktif karena berdampak pada pembentukan tunas baru serta pada buahnya.

K.  Seleksi bunga dan buah naga
Munculnya bunga buah naga pada cabang produktif biasanya lebih dari satu. Oleh karena itu penyeleksian bunga buah naga dilakukan pada saat bunga masih kecil. Pilih bunga bunga yang berukuran besar, sehat, segar dan berwarna cerah pada setiap cabang produktif.

L.  Sanitasi kebun buah naga
Kegiatan sanitasi kebun bertujuan untuk membersihkan gulma alias tumbuhan penggangu yang dapat menimbulkan hama dan penyakit, mengurangi perebutan unsur hara antara tanaman buah naga dengan gulma dan menjaga kelembaban areal.

M. Pemanenan buah naga
Ciri - ciri buah naga yang sudah siap panen diantaranya adalah :
  1. Buah naga berumur 50-55 hari dari munculnya bunga.
  2. Kulit buah naga mengkilat
  3. mahkota buah naga mengecil
  4. ke 2 pangkal buah naga keriput dan kering
  5. Bentuk buah naga sempurna serta cukup besar
Waktu yang tepat saat melakukan pemanenan ialah pagi hari dan sore hari serta dilakukan pada saat cuaca cerah dan tak hujan. Cara panen buah naga harus dilakukan dengan baik dan benar supaya kualitan buah tetap terjaga. Tahap dan cara pemanenannya adalah sebagai berikut :
  1. Menggunakan sarung tangan
  2. Menggunakan alat potong seperti gunting atau yang lain.
  3. Pemotongan buah naga tepat pada tangkainya dan secara hati hati agar tidak melukai kulit maupun cabang tempat buahnya
  4. Buah yang sudah dipanen dibungkus dengan menggunakan koran
  5. Posisi peletakan buah naga pada keranjang tangkainya berada dibawah, pada bawah keranjang jangan lupa diberi lapisan berupa koran.
  6. Tinggi lapisan buah naga pada keranjang jangan sampai lebih dari 3 lapis. Selain itu, pada setiap lapisan juga dapat diberikan koran untuk mengurangi tekanan pada buah naga.
Demikianlah pembahasan kali ini dari Kabar Budidaya mengenai Panduan Lengkap Cara Budidaya Buah Naga.

Post a Comment for "Panduan Lengkap Cara Budidaya Buah Naga"