Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
Blogger Jateng

Kabar Budidaya - Teknik Cara Pemijahan Ikan Lele

Kabar Budidaya : Teknik Cara Pemijahan Ikan Lele, - Pemijahan ikan merupakan suatu proses pengeluaran sel telur pada induk betina serta sprema oleh idukan jantan yang kemudian disertai dengan proses perkawinan. Kegiatan pemijahan bisa disebut juga sebagai salah satu pacet dari reproduksi mata rantai siklus yang menentukan kelangsungan hidup bagi setiap spesies segala jenis ikan.

Pembiakan setiap populasi ikan pada dasarnya sangat bergantung pada kondisi tempat telur dan larva ikan yang nantinya akan dikembangkan. Oleh sebab itu, dalam proses kegiatan pemijahan segala jenis ikan, termasuk pemijahan ikan lele menuntut keamanan untuk kelangsungan hidup benih ataupun larva ikan lele, waktu yang tepat, tempat yang cocok serta kondisi yang lebih menguntungkan.

Pada umumnya, pemijahan setiap spesies jenis ikan memiliki kebiasaan yang berbeda beda, semuanya bergantung pada kondisi habitat dari pemijahan untuk melangsungkan prosesnya. Jika dalam kondisi normal, ikan akan melangsungkan pemijahan minimal 1 kali dalam 1 siklus hidupnya.

Demi menunjang suatu keberhasilan dalam Usaha Budidaya Ikan Lele diperlukan pemahaman serta penguasaan yang baik mengenai cara pemijahan ikan lele. Saat ini terdapat tiga cara yang cukup dikenal oleh para peternak pembenihan dalam melakukan kegiatan pemijahan ikan lele yakni : pemijahan ikan lele secara alami, semi alami dan buatan.
Kabar Budidaya - Teknik Cara Pemijahan Ikan Lele
Cara Pemijahan Ikan Lele

Teknik Cara Pemijahan Ikan Lele


Berikut penjelasan dari Kabar Budidaya mengenai teknik cara pemijahan ikan lele dari ketiga metode cara pemijahan tersebut.

1. Pemijahan Ikan Lele Secara Alami

Pemijahan ikan lele secara alami cukup populer dikalangan para pelaku usaha budidaya ikan lele pada segmen pembesaran dengan sebutan natural spawning. Pemijahan ikan lele secara alami merupakan teknik pemijahan yang dilakukan tanpa memberikan rangsangan apapun pada idukan ikan lele.

Dengan begitu, ikan lele akan melakukan proses pemijahan secara alami. dalam arti, proses pemijahan ini tanpa ada campur tangan manusia, sehingga tidak jauh berbeda dengan proses pemijahan yang terjadi di alam bebas.

Hanya saja terdapat sedikit perbedaan dalam pemijahan alami pada kolam pemijahan yaitu jumlah iduk yang akan dipijahkan sudah ditentukan sesuai dengan kebutuhan.

A. Wadah Pemijahan Ikan Lele
Wadah Khusus yang dapat digunakan dalam pemijahan ikan lele secara alami dapat menggunakan kolam seperti kolam tembok, kolam tanah dan kolam terpal, untuk ukuran serta jumlah kolam dapat disesuaikan dengan banyaknya induk ikan lele yang akan dipijahkan.

Jika semakin banyak induk ikan lele yang akan dipijahkan maka semakin banyak juga wadah yang dibutuhkan, sebagai tempat untuk meletakkan telur pada wadah pemijahan dapat diberikan kakaban yang terbuat dari ijuk.

B. Memilih Indukan Ikan Lele
Induk ikan lele yang sudah siap pijah, baik induk jantan ataupun iduk betina, dipilih sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Kemudian induk tersebut dimasukkan kedalam kolam pemijahan yang tadinya sudah disiapkan sebelumnya.

Pada proses ini, ada baiknya jika dilakukan pada waktu pagi ataupun sore hari ketika suhu air dan suhu udara masih rendah, hal tersebut berguna untuk mencegah terjadinya stres pada induk ikan lele.

Adapun perbandingan rasionya antara induk jantan dan induk betina adalah 1:1, artinya 1 ekor induk jantan untuk 1 ekor induk betina.

C. Proses Pemijahan Ikan Lele
Induk ikan lele umumnya akan melakukan proses pemijahan pada waktu malam menjelang pagi hari. Pemijahan ini terjadi pada saat induk betina telah mengeluarkan telur yang kemudian dibuahi oleh sperma induk jantan.

Telur yang telah dibuahi tersebut akan menempel pada kakaban, keberadaan telur pada kakaban tersebut berarti menandakan proses pemijahan telah selesai.

Jika induk ikan lele telah selesai melakukan proses pemijahan, telur telur tersebut dibiarkan terlebih dahulu pada wadah pemijahan untuk ditetaskan, sementara induk ikan lele dapat ditangkap dan dikembalikan pada kolam pemeliharaan seperti semula.

Salah satu yang menjadi kelemahan dalam pemijahan ikan lele secara alami ini yaitu tidak adanya kepastian kapan induk tersebut akan selesai memijah. Hal ini sangat bergantung pada tingkat kematangan induk pada waktu seleksi.

Berdasarkan pengalaman dari para pembudidaya, induk ikan lele bisa memijah pada malam kedua, bahkan juga ada yang tidak memijah sama sekali, oleh sebab itu, dalam proses pemijahan ikan lele secara alami harus benar benar diawasi serta diamati secara teliti.

2. Pemijahan Ikan Lele Secara Semi Alami

Pemijahan ikan lele secara semi alami dikenal sebagai induced spawning merupakan suatu kombinasi antara pemijahan buatan dan pemijahan alami.

Pemijahan ikan lele secara semi alami dilakukan dengan cara memberikan rangsangan pada induk jantan dan betina melewati suntikan kelenjar hipofisa ataupun hormon ovaprim.

Untuk wadah pemijahan ikan lele secara semi alami dapat menggunakan bak fibre glass ataupun kolam terpal, kolam tembok.

A. Memilih dan Menimbang Induk Ikan Lele
Induk jantan maupun induk betina yang sudah siap pijah dipilih dari kolam pemeliharaan kemudian ditimbang, penimbangan iduk ikan lele tersebut sangat diperlukan guna untuk mengetahui jumlah pemberian dosis kelenjar hipofisa.

Kelenjar hiposifa berasal dari otak ikan donor, jika induk ikan lele jantan maupun induk ikan lele betina yang akan disuntuk berbobot 10 kg maka ikan donornya juga harus memiliki bobot yang sama yakni 10 kg.

B. Persiapan Alat Penyuntikan
Peralatan yang perlu di persiapkan dalam proses penyuntikan berupa jarum suntik, gunting, cutter, baskom serta obat-obatan kimia misalkan seperti aquabides ataupun aquades, NaCI serta hormon perangsang pemijahan.

Aquabides dan aquades adalah air hasil penyulingan, aquabides merupakan hasil dari 2 kali proses penyulingan, sedangkan untuk aquades hanya 1 kali proses penyulingan.

C. Perhitungan Dosis
Agar pemijahan ikan lele secara semi alami berhasil, dosis hormon yang akan disuntikan harus tepat. Oleh sebab itu, perlu dilakukan perhitungan dosis karena mengacu pada pehitungan berikut ini :
  1. Jika 12 ekor induk ikan lele yang akan dipijahkan berbobot 9 kg.
  2. Dosis  Ovaprim 0,2 ml/kg bobot induk betina.
  3. Dosis campuran NaCI dan ovaprim 0,9 persen adalah 0,5 ml per ekor induk betina.
Maka diperoleh
  1. Total jumlah campuran = 0,5x12 = 6 ml pengambilan tiga campuran.
  2. Total jumlah dosis ovaprim = 0,2x9 = 1,8 ml pengambilan satu ovaprim.
  3. Jumlah NaCI 0,9 peersen = campurran - ovaprim = 6,0-1,8 = 4,2 ml. Dengan begitu pengambilan 2 NaCI 0,9 persen.

D. Pengambilan Kelenjar Hipofisa
Apabila menggunakan kelenjar hipofisa, ikan donor dapat berasal dari jenis ikan mas, ikan lele dumbo dan ikan lele sangkuriang, karena tidak ada syarat khusus untuk ikan donor yang mau diambil hipofisanya.

Namun, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengambilan hipofisa ikan donor adalah kondisi ikan harus sehat, ikan tidak cacat dan memiliki umur yang cukup atau berumur lebih dari satu tahun. Dosis kelenjar hipofisa yang akan diambil berasio 1:1, dalam arti, bobot ikan donor yang nantinya akan diambil kelenjar hipofisanya harus sama dengan bobot induk ikan lele yang mau disuntik.

E Penyuntikan Hipofisa
Penyuntikan hipofisa harus benar benar diperhatikan, ada baiknya proses penyuntikan induk betina tersebut dilakukan pada waktu pagi ataupun sore hari supaya ikan lele tidak mudah stres. Penyuntikan dapat dilakukan pada bagian punggung ataupun pada bagian daging yang paling tebal.

Selain itu, jarum suntik yang digunakan sebaiknya jangan terlalu besar, untuk induk ikan lele sangkuriang dengan bobot satu kg per ekor bisa menggunakan jarum suntik yang berukuran 1 ml.

3. Pemijahan Ikan Lele Buatan

Pemijahan ikan lele buatan dimulai dari pemeriksaan tingkat kematangan telur pada induk lele betina. Jika sekiranya sudah siap untuk dibuahi, langkah berikutnya yaitu menyiapkan induk ikan lele jantan yang nantinya akan menjadi donor untuk diambil kantung spermanya.

Sperma induk ikan lele jantan tidak bisa didapatkan dengan cara distriping karena kantong spremanya berbentuk pipih. Oleh sebab itu, untuk mendapatkan kantong spremanya harus dilakukan dengan cara pembedahan, setelah itu, sperma tersebut dicecerkan.

Sementara, untuk mengeluarkan telur pada induk betina dapat dilakukan pengurutan yang sebelumnya telah dirangsang dengan menggunakan hormon yang sama seperti pada proses pemijahan ikan lele secara semi alami.

Pada sperma yang sudah encer dapat dicampurkan supaya terjadi pembuahan, perbandingan bobotnya anatara induk ikan lele jantan dan betina 0,7 : 3, dalam arti, pada induk betina berbobot 3 kg bisa dibuahi sperma dari induk jantan yang berbobot 0,7 kg.

Pada pemijaha ikan lele buatan ini, induk yang dijadikan sebagai pendonor harus direlakan untuk dibedah. Namun, pada sisi lain pemijahan ikan lele secara buatan ini tidak mengenal istilah musim kawin, tidak membutuhkan banyak ruang sebagai tempat penyimpanan kakaban untuk menaruh telur.

Selain itu, sperma ikan lele jantan pun juga dapat digunakan untuk membuahi telur lebih dari satu induk ekor betina.

Demikian sekilas info dari Kabar Budidaya mengenai pembahasan Teknik Cara Pemijahan Ikan Lele

Post a Comment for "Kabar Budidaya - Teknik Cara Pemijahan Ikan Lele"